Menteri Desa: Persoalan Ekonomi di Desa adalah Pengolahan Pasca-panen

Kompas.com - 22/08/2016, 10:00 WIB
Kompas TV Menteri Desa Datangi KPK
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

Dari kementerian kami bisa siasati, misalnya dana-dana yang tidak menyentuh desa seperti traveling, seminar-seminar itu bisa dipotong.

Kami juga bekerja sama dengan organisasi-organisasi lain misal dalam bentuk CSR. Jangan kasih dana, tetapi pelatihan-pelatihan.

T: Apakah ada upaya untuk meningkatkan transparasi penggunaan anggaran?

J: Transparasi itu penting untuk menjaga transparansi dan kredibilitas.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah saya perdayakan Inspektur Jenderal supaya intensif untuk audit. Kedua, empat hari saya jadi Menteri saya langsung berkunjung ke KPK. Saya minta masukan dan KPK akan dukung kekurangan kami apa, mereka juga bantu kami bikin aplikasi. 

Ketiga, perketat pengawasan. Saya percaya kesalahan anak buah adalah kesalahan pimpinan. Anak buah bisa berbuat salah karena pengawasan kurang. Pengawasan selain internal, saya juga libatkan pihak ketiga seperti KPK, BPK, BPKP, termasuk media.

T: Apakah Nahdlatul Ulama (NU) mendukung program-program yang dijalankan?

J: Mendukung, partai tidak intervensi kok, karena partai menempatkan kader di Kementerian artinya sudah merelakan kadernya milik negara Indonesia. Kalau kadernya sukses pasti partai benefit dong. Mudah-mudahan lebih banyak lagi kader yang bisa masuk ke pemerintahan.

T: Bagaimana berhubungan dengan partai lain saat menjalankan program?

J: Ke Jawa Tengah, Gubernurnya PDIP saya didukung. Ke NTT juga didukung. Ke Jawa Barat Gubernurnya PKS, saya didukung. Begitu juga di Garut, Bupatinya Gerindra, saya didukung.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.