Kompas.com - 22/08/2016, 17:52 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Kali pertama bersua Si Raksasa Hijau atau dalam Bahasa Jawa Buto Ijo, terlihat bentuknya memang tak seseram yang dibayangkan. Rupanya, Buto Ijo bisa masuk ke dalam gelas minum ukuran tinggi 20 cm lantaran wujudnya cair.

Lagipula, nama tokoh pewayangan dalam khazanah kultur Jawa itu juga memunyai khasiat bagi  kesehatan tubuh. "Iya, Buto Ijo itu salah satu minuman jamu di Kafe Jamu," kata  Presiden Direktur PT Sido Muncul Tbk J. Sofjan Hidajat tergelak, pada Jumat pekan lalu.

Sofjan, pria bersuara berat itu mengatakan, nama tokoh pewayangan Jawa selain Buto Ijo yakni Petruk, Gareng, Srikandi, dan lain sebagainya memang menjadi bagian dari inspirasinya untuk memperkenalkan lebih luas kembali budaya minum jamu kepada masyarakat modern. "Ingat ya, jamu itu asli budaya bangsa Indonesia," kata Sofjan terkesan bersungguh-sungguh.

Tiga

Primus Daftar menu makanan dan minuman di Sentra Jamu Indonesia (SJI) di Jalan Arteri Kelapa, Jakarta Barat. Menepis anggapan bahwa rasa jamu pahit dan berbau amis menjadi tantangan bagi pengelola SJI. Jamu kini menjangkau masyarakat modern dengan salah satunya modifikasi racikan jamu siap minum atau ready to drink, jauh dari rasa pahit dan berbau amis.

Dalam benak Sofjan, ada tiga pandangan di masyarakat soal minum jamu yang justru menjadi tantangan untuk dihadapi. Pertama, jamu itu rasanya pahit. Kedua, jamu pun terasa amis. "Ketiga, bikin minuman jamu itu kan anggapannya merepotkan. Harus tambah macam-macam seperti madu bahkan anggur," imbuh adik kandung Direktur Pemasaran Sido Muncul Irwan Hidayat ini.

Maka dari itulah, berangkat dari tantangan itu, Sofjan merilis Kafe Jamu di Jalan Arteri Kelapa Dua, Jakarta Barat di bawah payung Sentra Jamu Indonesia (SJI). Di situ, katanya sedikit berpromosi, konsumen tak lagi menjumpai jamu yang pahit, amis, dan ribet alias merepotkan cara membuatnya.

Sofjan memanfaatkan segala produk Sido Muncul mulai dari jamu berbentuk bubuk dalam kantung sachet maupun minuman jamu siap minum alias ready to drink (RTD) dalam botol untuk meracik minuman jamu. Buto Ijo, adalah kombinasi produk jamu siap minum RTD dengan beberapa jenis sayuran segar. Semua bahan itu kemudian digiling bersamaan di dalam blender. Rasa minuman itu pun manis. "Tidak amis karena kami tidak menambahkan telur sama sekali," kata Sofjan yang menggantikan posisi Irwan Hidayat sejak pertengahan Mei tahun ini.

Lalu, Sofjan melanjutkan, khasiat Buto Ijo bisa sebagai minuman detoks atau peluruh tingginya kadar kolesterol dan gula dalam darah. "Itu khasiatnya," kata Sofjan lagi.

Lain Buto Ijo, lain pula Srikandi. Tokoh perempuan yang sohor lantaran cantik dan bertubuh langsing proporsional itu menjadi minuman jamu untuk konsumen perempuan. Makanya, sambung Sofjan, salah satu bahan racikannya adalah jamu pelangsing tubuh.

Ke depan, inspirasi Kafe Jamu akan diperluas ke dua kota untuk tahap pertama. Semarang dan Yogyakarta adalah kedua kota dimaksud. Tak berhenti di situ, lanjut Sofjan, Kafe Jamu akan meluas ke seluruh Indonesia.

Primus Presiden Direktur PT Sido Muncul Tbk J. Sofjan Hidajat

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Turun Rp 5.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Ukuran 0,5 hingga 1.000 Gram

Turun Rp 5.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini Ukuran 0,5 hingga 1.000 Gram

Whats New
Permudah Seleksi CV, Bangun Job Portal Sendiri Bersama Jobseeker Company

Permudah Seleksi CV, Bangun Job Portal Sendiri Bersama Jobseeker Company

Work Smart
Rayakan Hari Jadi Ke-7, J&T Express Beri Pelanggan Bebas Ongkir 100 Persen

Rayakan Hari Jadi Ke-7, J&T Express Beri Pelanggan Bebas Ongkir 100 Persen

BrandzView
Indonesia Punya 4 Kekuatan untuk Menghadapi Ketidakpastian Global, Apa Saja?

Indonesia Punya 4 Kekuatan untuk Menghadapi Ketidakpastian Global, Apa Saja?

Whats New
Harga Minyak Mentah Dunia Menguat, Ini Penyebabnya

Harga Minyak Mentah Dunia Menguat, Ini Penyebabnya

Whats New
Lowongan Kerja BUMN PT LPP Agro Nusantara untuk S1 Psikologi, Ini Syaratnya

Lowongan Kerja BUMN PT LPP Agro Nusantara untuk S1 Psikologi, Ini Syaratnya

Work Smart
Aplikasi dan Medsos Pemerintah Bejibun, tapi Tidak Optimal

Aplikasi dan Medsos Pemerintah Bejibun, tapi Tidak Optimal

Whats New
Restrukturisasi dan Bersih-bersih di BUMN Harus Jadi Program Berkelanjutan

Restrukturisasi dan Bersih-bersih di BUMN Harus Jadi Program Berkelanjutan

Whats New
Simak Proyeksi Pergerakan IHSG Setelah Hari Kemerdekaan RI

Simak Proyeksi Pergerakan IHSG Setelah Hari Kemerdekaan RI

Whats New
Ini Cara Mengelola Pengeluaran untuk Mahasiswa agar Uang Bulanan Tidak Cepat Habis

Ini Cara Mengelola Pengeluaran untuk Mahasiswa agar Uang Bulanan Tidak Cepat Habis

Spend Smart
[POPULER MONEY] Harga Terbaru Pertalite | Segini Harga Pertalite Jika Tak Disubsidi Pemerintah

[POPULER MONEY] Harga Terbaru Pertalite | Segini Harga Pertalite Jika Tak Disubsidi Pemerintah

Whats New
Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar 'Cloud Computing' di RI

Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar "Cloud Computing" di RI

Whats New
Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 'Drop Point' PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 "Drop Point" PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Whats New
Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.