Indonesia Defisit 220.000 Ton Daging Sapi hingga Akhir Tahun

Kompas.com - 23/08/2016, 17:00 WIB
Kios daging sapi di Pasar Jombang, Tangerang Selatan, Selasa (5/7/2016). Nibras Nada NailufarKios daging sapi di Pasar Jombang, Tangerang Selatan, Selasa (5/7/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat saat ini produksi daging sapi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan daging sapi hingga akhir tahun. Sebab hingga akhir tahun Indonesia masih defisit daging sapi 220 ribu ton.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Agung Hendriadi menjelaskan, Indonesia memiliki kebutuhan daging sapi dari Agustus hingga Desember 2016 sebesar 662,3 ribu ton, sementara perhitungan ketersediaan hanya 441,8 ribu ton hingga Desember 2016.

"Daging sapi minus sekitar 220 ribu ton. Itu kami akui," ujar Agung, di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (23/8/2016).

Agung menambahkan, ketersediaan sapi setiap bulannya berkisar 36 ribu ton. Sementara permintaan daging sapi mengalami fluktuasi seperti jelang hari-hari besar keagamaan.

Seperti pada September bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Pada fase tersebut diperkirakan kebutuhan daging sapi sebesar 55 ribu ton.

"Untuk Idul Adha saja ada kekurangan pasokan sebanyak 18 ribu ton. Memang kalau sepanjang tahun itu yang paling tinggi (permintaan) di September," jelasnya.

Sementara itu, dalam mengatasi persoalan defisit tersebut pemetintah akan kembali membuka keran impor. Namun Agung mengaku belum mendapatkan data besaran daging sapi yang akan di impor.

"Tentu kami akan impor, belum tahu berapanya. Kalau kemarin sudah impor daging beku sekitar 27 ribu ton masuk. Itu dari Australia, Amerika Latin, termasuk nanti India, karena salah satu potensi juga. Tapi belum terealisasi," pungkasnya.

Kompas TV Kemendag: Daging Beku Berhasil Tahan Harga

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X