Indonesia Defisit Kedelai 42 Persen, Kementan Akan Buka Impor dari AS dan Argentina

Kompas.com - 23/08/2016, 17:09 WIB
Pekerja memperlihatkan kedelai impor di toko Sinar Kedele di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOPekerja memperlihatkan kedelai impor di toko Sinar Kedele di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2013).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Persoalan ketersediaan kedelai masih menjadi tugas berat pemerintah saat ini.

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, sepanjang 2016, pasokan kedelai mengalami defisit hingga 42 persen.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Agung Hendriadi menjelaskan, berdasarkan prognosis Kementerian Pertanian, ketersediaan kedelai pada 2016 diperkiraan sebesar 1,5 juta ton.

"Sementara itu, kebutuhannya sebesar 2,59 juta ton. Jadi, untuk kedelai, kita masih minus 42 persen sampai akhir tahun dari total kebutuhan. Ini sangat tinggi kurangnya, lebih dari satu juta ton. Kami akui memang belum bisa," ujar Agung di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (23/8/2016).

Untuk mengatasi defisit tersebut, pemerintah akan mengizinkan impor kedelai dari Amerika Serikat (AS) dan Argentina.

"Namun, saya belum tahu secara pasti berapa besaran impor kedelai yang akan dibuka," tambah Agung.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X