Mendag Ajak Kaum Muda Potong Mata Rantai Komoditas Pangan dengan "Fintech"

Kompas.com - 30/08/2016, 15:41 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita  usai serah terima jabatan, Jakarta, Rabu (27/7/2016) Estu Suryowati/KOMPAS.comMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai serah terima jabatan, Jakarta, Rabu (27/7/2016)
|
EditorAprillia Ika

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan pihaknya mengajak kaum muda yang inovatif untuk berpartisipasi dalam memotong mata rantai komoditas pangan yang panjang dan berbelit-belit.

Caranya adalah dengan memanfaatkan layanan keuangan berbasis teknologi alias fintech.

Mendag Enggar menyebut, mata rantai dari setiap komoditas tidak kurang dari enam. Masing-masing mata rantai mengambil margin yang tinggi, bahkan berlebihan hingga sulit diterima dari kaca mata bisnis.

"Maka kita mengharapkan dengan teknologi seperti ini bisa memotong mata rantai," kata Enggar pada acara Indonesia Fintech Festival & Conference di ICE BSD, Selasa (30/8/2016).

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu sudah ada anak muda yang mencoba menghadirkan aplikasi online bernama 5kilo.com untuk memotong mata rantai bahan pangan. Dalam aplikasi ini, petani bisa menjual produk pangannya langsung dengan bantuan aplikasi.

"Saya sangat terkesan dengan anak-anak muda yang memilih idealisme yang tinggi. Mereka turun ke petani, melakukan kegiatan menjembatani petani dan konsumen," jelas Enggar.

Menurut Enggar, fintech dengan sistem yang dibangun oleh kaum muda harus dilihat sebagai peluang usaha.

Pemerintah termasuk kementerian yang dipimpinnya mendukung sepenuhnya perkembangan fintech di sektor ini karena sangat dibutuhkan banyak pihak.

Kegiatan semacam itu, kata Enggar, dari sisi bisnis menguntungkan. Idealisme anak muda dapat tersalurkan sekaligus dapat membantu mekanisme dengan harga yang terjamin.

"Negara ini membutuhkan kreativitas dan inovasi anak muda yang terpanggil untuk berbuat dan sekaligus melihat ini sebagai peluang usaha," ungkap Enggar.

Kompas TV Maraknya "Fintech" di Indo, Apa Sih Itu?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Kebijakan Kontroversial Edhy Prabowo | Maybank Ganti Uang Winda Earl

[POPULER MONEY] Kebijakan Kontroversial Edhy Prabowo | Maybank Ganti Uang Winda Earl

Whats New
Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Cek Rekening, Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta untuk Tahap V Termin Kedua Telah Disalurkan

Whats New
Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X