Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pembangunan Infrastruktur yang Terus Berjalan Bikin Saham Krakatau Steel Menarik

Kompas.com - 01/09/2016, 05:58 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com -Sejumlah analis menilai prospek saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), emiten baja, masih akan bagus ke depannya. Hal itu seiring dengan pembangunan infrastruktur nasional yang menopang pertumbuhan industri baja nasional.

Equity Analyst BNI Securities Angka Adiwirasta menilai, prospek sektor baja nasional akan ditopang oleh pembangunan infrastruktur yang akan berjalan linier terhadap konsumsi baja domestik.

"Selain infrastruktur permintaan baja dari sektor otomotif juga akan mendorong permintaan baja ke depan," kata Angka.

Sementara Head Of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada melihat prospek Krakatau Steel didasarkan pada perbaikan kinerja Krakatau Steel yang harus terus konsisten. 

"Tantangan terbesar bagi Krakatau Steel saat ini bagaimana hasil produknya dapat diserap oleh domestik seperti di sektor otomotif, konstruksi, properti dan lainnya," kata Reza.

Jika terserap, maka akan berdampak positif untuk perbaikan kinerja Krakatau Steel sendiri. NH Korindo Securities sendiri memperkirakan book value Krakatau Steel di kisaran Rp 1.600.

Sebelumnya, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Krakatau Steel menyetujui penambahan modal ditempatkan dan disetor perseroan. 

Caranya, melalui penawaran umum terbatas (rights issue) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) senilai Rp 1,87 triliun yang terdiri dari penyertaan modal negara senilai Rp 1,5 triliun dan investor publik senilai Rp 375 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan semester I 2016, analis Danareksa Capital, Guntur Tri Haryanto mengatakan, nilai buku Krakatau Steel per semester I 2016 sebesar 1,813 miliar dollar atau Rp 1.500 per saham (kurs Rp 13.180), artinya harga saat ini terdiskon 42 persen dari nilai bukunya jika mengacu pada laporan semester I 2016.

Guntur melihat,  laba usaha Krakatau Steel yang meningkat di semester I 2016 memperlihatkan membaiknya sektor baja dalam negeri. Sebab, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol mulai meningkatkan permintaan baja domestik. Artinya, volume penjualan Krakatau Steel bisa naik lagi melihat proyek-proyek pemerintah saat ini.

Guntur menilai prospek saham Krakatau Steel ke depan masih baik. Sebab perluasan bisnis secara internal juga terus berjalan.

"Pada 22 Agustus lalu, Krakatau Steel telah melakukan ground breaking pabrik yang akan meningkatkan kapasitasnya menjadi 3,9 juta ton," ucap Guntur.

Kompas TV Usai Lebaran, Saham Apa yang Oke?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal 9 Manfaat Perdagangan Internasional bagi Perekonomian Negara

Mengenal 9 Manfaat Perdagangan Internasional bagi Perekonomian Negara

Earn Smart
Cara Cek Pajak Kendaraan dengan Mudah, Bisa lewat HP

Cara Cek Pajak Kendaraan dengan Mudah, Bisa lewat HP

Spend Smart
Harga BBM Nonsubsidi Berubah Berkala, Masyarakat Perlu Edukasi agar Terbiasa

Harga BBM Nonsubsidi Berubah Berkala, Masyarakat Perlu Edukasi agar Terbiasa

Whats New
Kemenaker: BUMN Bisa Jadi Aktor Penting Terwujudnya Indonesia Emas di 2045

Kemenaker: BUMN Bisa Jadi Aktor Penting Terwujudnya Indonesia Emas di 2045

Rilis
Tumbuh 700 Persen, IBK Indonesia Catatkan Laba Bersih Rp 104 Miliar

Tumbuh 700 Persen, IBK Indonesia Catatkan Laba Bersih Rp 104 Miliar

Whats New
Mayora Group Bangun Pabrik Daur Ulang Plastik Berteknologi 'Food Grade' di Jombang

Mayora Group Bangun Pabrik Daur Ulang Plastik Berteknologi "Food Grade" di Jombang

Whats New
BRI Danareksa Sekuritas Bidik Jumlah Transaksi Bisnis Ritel Brokerage Tumbuh 48 Persen di 2023

BRI Danareksa Sekuritas Bidik Jumlah Transaksi Bisnis Ritel Brokerage Tumbuh 48 Persen di 2023

Whats New
Daftar 4 Bank dengan Aset Terbesar di Indonesia

Daftar 4 Bank dengan Aset Terbesar di Indonesia

Whats New
Berkat Dana Desa, Kemenkeu Sebut Jumlah Desa Tertinggal Turun Jadi 9.221

Berkat Dana Desa, Kemenkeu Sebut Jumlah Desa Tertinggal Turun Jadi 9.221

Whats New
Masuk Tahap Akhir, 99 Persen Nasabah Setuju Restrukturisasi Polis Jiwasraya

Masuk Tahap Akhir, 99 Persen Nasabah Setuju Restrukturisasi Polis Jiwasraya

Whats New
BUMN PT ASDP Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

BUMN PT ASDP Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Luhut: 2024 Tidak Ada Proyek Mangkrak, Termasuk 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Luhut: 2024 Tidak Ada Proyek Mangkrak, Termasuk 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Whats New
BRI Dapat Alokasi KUR dari Pemerintah Rp 270 Triliun di 2023

BRI Dapat Alokasi KUR dari Pemerintah Rp 270 Triliun di 2023

Whats New
Bos PLN Pastikan Indonesia Tidak Bakal Alami Pemadaman Listrik Massal Seperti Pakistan

Bos PLN Pastikan Indonesia Tidak Bakal Alami Pemadaman Listrik Massal Seperti Pakistan

Whats New
Tahun Ini Kemenkeu Alokasikan 'Hadiah' Rp 8 Triliun untuk Pemda Berkinerja Baik

Tahun Ini Kemenkeu Alokasikan "Hadiah" Rp 8 Triliun untuk Pemda Berkinerja Baik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+