Diaspora Ini Dorong Anak Muda Kembangkan Industri Penerbangan di Tanah Air

Kompas.com - 01/09/2016, 14:58 WIB
Prio Adhi Setiawan sedang membagi keahlian dan pengalamannya tentang industri dirgantara kepada puluhan mahasiswa penerbangan berbagai perguruan tinggi di Jakarta Rabu (31/8/2016) Dok PribadiPrio Adhi Setiawan sedang membagi keahlian dan pengalamannya tentang industri dirgantara kepada puluhan mahasiswa penerbangan berbagai perguruan tinggi di Jakarta Rabu (31/8/2016)
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah 12 tahun Prio Adhi Setiawan bekerja sebagai insinyur aeronatik industri pesawat di Hamburg Jerman.

Ia banyak merancang soal batas toleransi kerusakan dan kepenatan bagian-bagian pesawat.

Master lulusan Technical University Munich (TUM)  Munich, Jerman ini juga terlibat langsung dalam rancang bangun dan pengembangan sejumlah tipe pesawat Airbus seperti Single Aisle (A319/A320/A321), Long Range (A340 family, A330 MRTT), new Airbus A/C (A350-900/1000, A320 neo, A380) and military aircraft (A400M).

Meskipun hidup di Jerman, benaknya selalu tertuju ke Indonesia, Tanah Air tempat kelahirannya 39 tahun silam.

Prio tak ingin keahlian dan pengalamannya dalam industri penerbangan hanya untuk dirinya sendiri dan perusahaannya saja.

Karena itu, setiap liburan tahunan, lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang angkatan IV ini selalu menyempatkan pulang ke Indonesia.

Bukan untuk berwisata, tetapi menularkan keahlian dan pengalamannya kepada anak-anak muda, terutama mahasiswa-mahasiswi penerbangan.

“Di Jerman, diaspora-diaspora  Indonesia yang bekerja sebagai propesional industri dirgantara bersinergi membuat semacam thinktank, menggodok berbagai konsep untuk mengembangkan industri dirgantara di Indonesia,” kata pria kelahiran Jakarta ini.

Konsep-konsep tersebut lalu disebarkan kepada mahasiswa penerbangan dan pemangku kepentingan industri dirgantara di Indonesia.

“Kami mencoba menularkan virus ke adik-adik mahasiswa untuk mempunyai visi global act local. Bangun bangsa bareng-bareng,” kata sarjana Teknik Sipil Universitas Indonesia ini.

Beberapa konsep kini tengah dikaji oleh Prio dan tim profesional dirgantara yang tergabung dalam organisasi Ikatan Ahli Sarjana Indonesia (IASI) di Jerman. Salah satunya mendorong pembangunan Airbus Engeneering Center (AEC) di Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X