Diaspora Ini Dorong Anak Muda Kembangkan Industri Penerbangan di Tanah Air

Kompas.com - 01/09/2016, 14:58 WIB
|
EditorM Fajar Marta

Beberapa konsep kini tengah dikaji oleh Prio dan tim profesional dirgantara yang tergabung dalam organisasi Ikatan Ahli Sarjana Indonesia (IASI) di Jerman. Salah satunya mendorong pembangunan Airbus Engeneering Center (AEC) di Indonesia.

“Berkaca pada success story India, Indonesia berkepentingan mengajak Aibus membangun Airbus Engineering Center. Keuntungannya adalah terjadi transfer of technology dengan state of the art ilmu Aerospace dan Aviation secara berkesimbungan sehingga SDM Indonesia mampu menguasai pangsa pasar ASEAN untuk industri jasa engineering dirgantara,” katanya.

Menurut Prio, di India tercatat sekitar 5.000 insinyur lokal terlibat langsung dalam rancang bangun produk-produk mutakhir Airbus.

Setiap tahunnya Airbus di India membelanjakan hampir 500 juta dollar AS untuk jasa engineering dengan melibatkan industri lokal.

Dengan pertumbuhan 15 persen per tahun, diperkirakan sedikitnya belanja jasa engineering Airbus di India akan mencapai 2 miliar dollar AS dalam 5 tahun ke depan.

Menurut penggemar fotografi ini, Indonesia memiliki sejumlah modal kuat untuk menjadi pemain pada industri penerbangan global.

Pertama, adanyapembelian ratusan pesawat baru Airbus oleh perusahaan Indonesia dan ratusan lainnya yang sudah beroperasi di Indonesia maupun di kawasan ASEAN.

Kedua,  tersedianya SDM berpengalaman dari institusi yang memiliki tradisi di bidang dirgantara seperti PT Dirgantara Indonesia, LAPAN, BPPT, GMF, dan sejumlah perguruan tinggi.

“Modal tersebut akan menjadi daya tarik bagi Airbus untuk berinvestasi dan membangun kemitraaan dengan mendirikan Airbus Engineering Center di Indonesia,” kata Koordinator Tim Dirgantara IASI di Jerman ini.

Menurut Prio, nantinya Airbus Engineering Center akan menjadi pusat kegiatan rancang bangun pesawat Airbus yang diisi oleh tenaga ahli Indonesia dan menjadi simpul jejaringan industri pesawat terbang dan seluruh cluster industri komponennya di Indonesia.

“Paralel dengan itu, kami juga mendorong tumbuhnya cluster-cluster atau puzzle sektor penerbangan di Indonesia.  Kami minta mahasiswa membuat ikatan mahasiswa dirgantara Indonesia lintas universitas. Tujuannya agar bisa membangun industri penerbangan  Indonesia bersama-sama,” katanya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.