Proyek Pelabuhan Patimban, Menhub Akan Pakai Ganti-Untung

Kompas.com - 04/09/2016, 23:03 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) mengecek lokasi calon Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Minggu (4/9/2016). Dok.Kementerian Perhubungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) mengecek lokasi calon Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Minggu (4/9/2016).
|
EditorErlangga Djumena

SUBANG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi hari ini, Minggu (4/9/2016) mengecek kesiapan lokasi proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.

Budi berkunjung ke Subang, setelah sebelumnya menengok persiapan penataan lalu lintas di Brebes Timur Exit Tol, jelang hari raya Idul Adha.

Kehadiran Budi di Patimban disertai rombongan sejumlah pejabat Kementerian Perhubungan dan diterima oleh Pelaksana Tugas Bupati Subang Imas Aryumningsih.

Budi mengatakan, pelabuhan Patimban ini akan melengkapi fungsi New Priok sebagai pelabuhan internasional.

Terkait soal pembebasan lahan untuk proyek Patimban, Budi meminta bantuan pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada spekulan yang bermain sehingga membuat harga tanah melambung irasional. Pemerintah berjanji akan mengganti-untung tanah yang dibutuhkan untuk proyek.

"Soal penyelesaian tanah, saya sampaikan ke Bupati, jangan ada calo, karena kami akan pakai mekanisme ganti-untung," ucap Budi.

Pembangunan pertama proyek Patimban diharapkan selesai pada 2019. Minimal, kata dia, sudah ada kapal yang beroperasi di Patimban. Sebagian fungsi New Priok juga bisa dialihkan ke Patimban. Proyek yang masuk dalam proyek strategis nasional ini, seluruhnya ditargetkan rampung pada 2027.

Untuk diketahui, investasi untuk pelabuhan berkapasitas 1,5 juta TEUs ini ditaksir mencapai Rp 43,22 triliun. "Ini adalah satu rencana besar. Harus didukung berbagai pihak," kata Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.