Jazak Yus Afriansyah
Trainer

Author, Coach, Trainer.

Kuasai Lima Kekuatan dalam Berkomunikasi

Kompas.com - 05/09/2016, 09:45 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorBambang Priyo Jatmiko

Kedua, bentuk postur tubuh tersebut adalah sedikit dari beberapa contoh yang tentu memiliki makna dan maksud tersendiri.

Kemudian kita teruskan kepada yang ketiga yaitu Kontak Mata dan Gerakan Bola Mata, ada kalanya kita melihat ada orang yang kurang kuat menatap ke arah mata mitra bicaranya, sehingga saat dia berbicara tidak memandang dengan layak dan lurus siapa yang dia ajak berkomunikasi.

Di saat yang sama, gerakan bola mata, juga menunjukkan apa makna dan maksud utama di balik kalimat yang diujarkan. Gerakan bola mata yang dimaksud adalah gerakan bola mata yang cenderung ke arah kiri atau ke arah kanan.

Beberapa referensi menyimpulkan gerakan bola mata ke arah kanan menunjukkan seseorang sedang menganalisa suatu hal, sedangkan gerakan bola mata ke arah kiri mengindikasikan manusia tersebut sedang merekayasa sesuatu.

Sedangkan yang keempat adalah apa disebut sebagai Para Language yang terdiri dari intonasi suara dan kecepatan bicara.

Bahasa tubuh yang keempat ini sangat mudah untuk ditangkap dan dikenali sehingga bisa digunakan sebagai indikator awal memahami maksud dan tujuan mitra bicara.

Sudah bisa dimaklumi ketika seseorang berbicara dengan nada atau intonasi suara yang tinggi dan keras, orang umumnya menyimpulkan itu adalah ekspresi kemarahan atau emosi.

Meskipun kalimat verbal yang diucapkannya adalah sama, misalnya “hey kamu!” jika diucapkan dengan nada datar maknanya sekedar memanggil, lain halnya jika diucapkan dengan nada yang sangat tinggi, maknanya menjadi cenderung negatif atau bahkan sarkasme (kasar).

Terakhir atau yang kelima adalah Jarak atau proxemics, yaitu seberapa jauh atau seberapa dekat jarak yang terjadi ketika seseorang sedang melakukan komunikasi atau berbicara.

Jarak sosial diketahui sekitar 1-2 meter, artinya ketika seseorang berbicara dengan jarak tersebut menunjukkan bahwa mereka memiliki hubungan yang umum sebagai antar manusia.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.