Laju Ekspor Sepeda Makin Kencang

Kompas.com - 05/09/2016, 12:48 WIB
Pekerja memasang label di kerangka sepeda merek SCOTT di pabrik sepeda PT Insera Sena di Desa Wadungasih, Bunduran, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.  Sebanyak 65 persen total produksi tersebut adalah sepeda merek SCOTT dan sejumlah merek lainnya yang diekspor untuk memenuhi pasar Eropa. Sedangkan untuk pasar lokal, pabrik ini membuat sepeda dengan merek di antaranya Polygon dan MUSTANG. KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYATPekerja memasang label di kerangka sepeda merek SCOTT di pabrik sepeda PT Insera Sena di Desa Wadungasih, Bunduran, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Sebanyak 65 persen total produksi tersebut adalah sepeda merek SCOTT dan sejumlah merek lainnya yang diekspor untuk memenuhi pasar Eropa. Sedangkan untuk pasar lokal, pabrik ini membuat sepeda dengan merek di antaranya Polygon dan MUSTANG.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen sepeda kembali mengayuh bisnisnya. Sepanjang semester I 2016, produsen sepeda seperti PT Insera Sena mencatat kenaikan penjualan 20 persen ketimbang penjualan periode yang sama tahun 2015.

Pemilik merek Polygon tersebut mencatat permintaan di paruh pertama tahun ini lebih baik ketimbang tahun 2014 atau 2015. Dari sisi pangsa pasar, Insera Sena mengklaim meraih pangsa pasar terbesar di Indonesia.

Fendi Astika Widhiatmoko Marketing Communication Head PT Insera Sena mengatakan, pihaknya menguasai 60 persen pasar sepeda yang diproyeksikan 5.000 unit per tahun. Jika penjualan semester pertama 2.500 unit, maka 60 persen dari penjualan tersebut mencapai kisaran 1.500 unit.

Namun Fendi bilang, pihaknya tak hanya melayani pasar domestik saja. Secara portofolio, Insera Sena juga menyasar pasar ekspor. "Porsi domestik 40-50 persen, sedangkan untuk ekspor 50-60 persen," kata Fendi kepada Kontan, akhir pekan lalu.

Porsi ekspor diraih setelah Insera Sena gencar menambah pasar baru. Tahun 2010, Insera Sena garap pasar Australia, kemudian merambah Amerika Serikat (AS) dan wilayah Eropa tahun 2012. Yang terbaru, awal tahun ini, Insera Sena menyasar pasar China.

Tetapi sayang, ekspor ke China belum memuaskan. "Pertumbuhannya masih di bawah target, awareness konsumen di China menjadi kendala utama," tambah Rony Liyanto, Direktur Pemasaran PT Insera Sena.

Rony menambahkan, ekspor ke China terkendala akses internet. Sebagaimana diketahui, China tak ada mesin pencari populer seperti Google, bahkan situs jejaring sosial Facebook tak bisa diakses.

Selain Polygon, Indonesia punya produsen sepeda lain seperti PT Terang Dunia Internusa. Produsen sepeda yang berdiri sejak 1991 tersebut terkenal dengan merek United dan BMX. Namun, sampai berita ini diturunkan, KONTAN belum berhasil menghubunginya.

Ekspor bangkit

Dari sisi pasar ekspor, Indonesia punya peluang mengirim sepeda terbaiknya ke pasar ekspor, salah satunya ke Prancis. Merujuk laporan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Lyon, Prancis, Indonesia hanya ekspor 0,1 persen atau senilai 29.000 dollar AS dari total pasar sepeda Prancis senilai 342 juta dollar AS.

"Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor ke Prancis yang warganya populer menggunakan sepeda," jelas salah satu nukilan laporan ITPC yang dirilis April 2016.

Peluang pasar ekspor ke Prancis ternyata memang belum dimanfaatkan Insera Sena. Fendi menyatakan, khusus Eropa, pihaknya baru menyasar Jerman dan Inggris. "Kami (Insera Sena) ada kantor di Jerman lewat distributor," kata Fendi.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), semester pertama 2016, ekspor sepeda naik 36,5 persen menjadi 35,02 juta dollar AS. Adapun ekspor periode yang sama tahun 2015 tercatat senilai 25,64 juta dollar AS. (Yusuf I Santoso)



Sumber KONTAN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X