Aturan LTV Dilonggarkan, BCA Tetap Selektif Salurkan KPR

Kompas.com - 07/09/2016, 18:44 WIB
Wakil Presiden Direktur BCA Armand W Hartono di Jakarta, Rabu (7/9/2016) Sakina Rakhma Diah Setiawan/KOMPAS.comWakil Presiden Direktur BCA Armand W Hartono di Jakarta, Rabu (7/9/2016)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) telah melakukan pelonggaran kebijakan Loan to Value (LTV) untuk pembiayaan properti dan rasio Financing to Value (FTV) untuk pembiayaan properti. Dengan pelonggaran ini, diharapkan pertumbuhan kredit properti dapat terwujud.

Dengan adanya penyempurnaan aturan tersebut, maka uang muka alias down payment (DP) untuk rumah pertama dengan mekanisme Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi 15 persen untuk rumah tipe 70 ke atas. Adapun DP rumah kedua menjadi 20 persen dan rumah ketiga menjadi 25 persen.

Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Armand W Hartono menjelaskan, sebelum ada penyempurnaan aturan DP Kredit Pemilikan Rumah (KPR), BCA selektif dalam memberikan DP. Perseroan, kata dia, hanya fokus pada aturan yang dianggap tepat untuk diaplikasikan.

"Kami melihat profil risiko nasabahnya. Kalau memang nasabahnya (dapat DP KPR) 20 persen ya 20 persen. Dulu sebelum ada aturan itu pun kami paling bagus 15 persen itu hanya nasabah tertentu," kata Armand di Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Menurut Armand, pelonggaran aturan LTV tersebut oleh BCA dilakukan pada nasabah tertentu saja. Perseroan, kata dia, menyesuaikan ketepatan profil masing-masing nasabah.

Armand menyatakan, pelonggaran aturan DP KPR tergantung kepada kemampuan nasabah dalam mencicil. Dengan demikian, BCA tetap memberikan solusi yang tepat bagi nasabah agar sesuai dengan kemampuan dalam pelunasan.

"Jadi kami harus case per case memberi solusi bagi nasabah tepat atau tidak dengan DP segini cicilan segini. Jadi untuk masa depan dia lebih enak," ungkap Armand.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompas TV Inilah Tips Memilih Bunga KPR



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Investasi Reksadana, Apakah Menguntungkan?

Investasi Reksadana, Apakah Menguntungkan?

Earn Smart
[POPULER MONEY] Luhut Ancam Sanksi bagi Pelanggar Aturan PPKM | Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun

[POPULER MONEY] Luhut Ancam Sanksi bagi Pelanggar Aturan PPKM | Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun

Whats New
Soal Debt Collector, Perusahaan Pembiayaan: Penagihan Tidak Serta Merta dengan Eksekusi

Soal Debt Collector, Perusahaan Pembiayaan: Penagihan Tidak Serta Merta dengan Eksekusi

Whats New
Sandiaga Uno : Tingkap Okupansi Dibawah 10 Persen Selama PPKM Level 4

Sandiaga Uno : Tingkap Okupansi Dibawah 10 Persen Selama PPKM Level 4

Whats New
Indef Ungkap Penyebab Rendahnya Penyerapan Anggaran Covid-19 di Daerah

Indef Ungkap Penyebab Rendahnya Penyerapan Anggaran Covid-19 di Daerah

Whats New
SKK Migas Mulai Eksplorasi Migas di Lamongan

SKK Migas Mulai Eksplorasi Migas di Lamongan

Rilis
Ekonom Ingatkan Risiko Kenaikan Defisit Anggaran dari Penambahan PEN

Ekonom Ingatkan Risiko Kenaikan Defisit Anggaran dari Penambahan PEN

Whats New
Luhut Pantau Ketat PPKM Level 4 di Solo Raya dan DIY

Luhut Pantau Ketat PPKM Level 4 di Solo Raya dan DIY

Whats New
Prudential Indonesia Luncurkan Dana Investasi PRULink Dollar AS

Prudential Indonesia Luncurkan Dana Investasi PRULink Dollar AS

Rilis
Menko Airlangga Umumkan Sewa Toko Bebas PPN, Ini Kata Pengusaha Ritel

Menko Airlangga Umumkan Sewa Toko Bebas PPN, Ini Kata Pengusaha Ritel

Whats New
PPKM Diperpanjang hingga 2 Agustus, Ini Ketentuan Pegawai BKN yang Bekerja di Kantor

PPKM Diperpanjang hingga 2 Agustus, Ini Ketentuan Pegawai BKN yang Bekerja di Kantor

Rilis
AP I: Penumpang Pesawat Turun 76 Persen selama PPKM Darurat

AP I: Penumpang Pesawat Turun 76 Persen selama PPKM Darurat

Whats New
Ini Sanksi Bagi Perusahaan Industri yang Langgar Aturan Operasional Selama PPKM Level 4

Ini Sanksi Bagi Perusahaan Industri yang Langgar Aturan Operasional Selama PPKM Level 4

Whats New
Kemenperin Siapkan 500 Fasilitas Isoman Bagi Pasien Covid-19

Kemenperin Siapkan 500 Fasilitas Isoman Bagi Pasien Covid-19

Rilis
OJK Wajibkan Debt Collector Bawa Surat Tugas dan Sertifikat Profesi dalam Penagihan Utang

OJK Wajibkan Debt Collector Bawa Surat Tugas dan Sertifikat Profesi dalam Penagihan Utang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X