Presiden Minta Tambahan Kuota Haji 10.000 Orang ke Arab Saudi

Kompas.com - 09/09/2016, 12:00 WIB
Umat Islam melakukan tawaf atau berjalan mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, kota suci Mekah, Saudi Arabia, 20 September 2015. Tawaf dilakukan sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji. AP PHOTO / MOSA'AB ELSHAMYUmat Islam melakukan tawaf atau berjalan mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, kota suci Mekah, Saudi Arabia, 20 September 2015. Tawaf dilakukan sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pemerintah Arab Saudi menambah jumlah kuota haji Indonesia sampai dengan 10.000 orang. Dia juga meminta Arab agar kuota haji negara lain yang tidak dipakai bisa digunakan jemaah haji asal Indonesia.

Hal tersebut dikatakan oleh Pramono Anung, Sekretaris Kabinet, di Kompleks Istana Negara, Jumat (9/9/2016).

Menurut Pramono, permintaan Presiden tersebut disampaikan langsung ke Pangeran Abdullah di sela-sela KTT G-20 pekan lalu.

"Selain itu, Presiden juga minta, jemaah haji Indonesia yang sudah berangkat dari negara tetangga juga ditangani," kata dia.  

Tahun ini, pemerintah menetapkan kuota haji tak lebih dari 155.200 anggota jemaah. Kekurangan kuota dan daftar tunggu haji yang panjang menjadi penyebab munculnya kasus 177 WNI yang menggunakan jalur Filipina untuk naik haji secara ilegal.

Pramono mengatakan, permintaan tersebut disampaikan Presiden Jokowi sebagai salah satu upaya untuk mengurangi masa tunggu haji.

"Sekarang itu, untuk berhaji, waktu tunggunya bisa mencapai 20 tahun," katanya. (Agus Triyono)

Kompas TV Semakin Dekat Waktu Ibadah Haji, Masjidil Haram Dijaga Ketat

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber KONTAN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X