"Tax Amnesty" Bergulir, tetapi Properti di Singapura yang Lebih Laris

Kompas.com - 15/09/2016, 07:59 WIB
Pembangunan properti mewah di Jakarta kian marak, namun perlu diwaspadai gejala shutterstockPembangunan properti mewah di Jakarta kian marak, namun perlu diwaspadai gejala "over supply".
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat pemerintah berupaya keras mengembalikan dana repatriasi para orang kaya di luar Indonesia, Singapura justru mendapatkan berkah. Dana orang kaya asal Indonesia justru mengalir deras ke properti Singapura.

Mengutip Bloomberg, orang kaya Indonesia mendominasi pembelian properti mewah kondominium OUE Twin Peaks seharga 4 juta dollar Singapura per unit pada Juli 2016 lalu.

Sejak awal tahun hingga 17 Agustus 2016, orang Indonesia tercatat membelanjakan lebih dari 5 juta dollar Singapura atau sekitar Rp 48,5 miliar di pasar properti mewah Singapura atau setara dengan pembelian 30 unit properti mewah.

Data Urban Redevelopment Authority (URA) menunjukkan gairah belanja properti mewah ini empat kali lipat lebih tinggi dari tahun 2015. Sebagai perbandingan, transaksi properti mewah oleh orang kaya Indonesia hanya delapan kali di sepanjang tahun lalu.

Sedangkan Data Cushman & Wakefield Inc menunjukkan, orang Indonesia membeli 189 properti dari total transaksi properti di Singapura sepanjang semester I-2016. Angka ini naik 23 persen secara tahunan.

Nafsu investor properti asal Indonesia lebih tinggi ketimbang investor dari negara lain. Pada kuartal II-2016 saja, ketika pembelian properti oleh investor asal China dan Malaysia menurun, transaksi properti orang kaya Indonesia malah tumbuh 19 persen.

Ang Kok Leong, Senior Agent di SLP Realty Pte, mengatakan, tren pembelian properti mewah oleh orang Indonesia terus menanjak.

"Mereka yang membeli properti di Singapura bertujuan agar Pemerintah Indonesia tidak mengetahui harta mereka," ujar Leong seperti dilansir Bloomberg, kemarin.

Pemicu orang kaya Indonesia memborong properti adalah memanfaatkan celah kesepakatan pajak. Dalam kesepakatan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) tentang tax evasion, negara-negara di dunia sepakat membuka data yang ada di bank di mana pun mulai tahun 2018. Celah kesepakatan ini, yakni data dalam bentuk aset properti, tidak wajib dibuka.

Aksi memborong properti Singapura ini menyulitkan niat pemerintah membawa pulang duit orang Indonesia, termasuk dana korporasi yang diperkirakan parkir di Singapura senilai 300 miliar dollar AS.

Ferry Salanto Associate Director Colliers International menilai, orang Indonesia membeli properti di Singapura karena memiliki investment rate triple A alias hampir bebas risiko. (Dessy Rosalina, Elisabet Lisa Listiani Putri)

Kompas TV Pencapaian "Tax Amnesty" Masih Sangat Rendah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber KONTAN
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Spend Smart
Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Whats New
Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Whats New
Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Whats New
Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Whats New
UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

Smartpreneur
KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

Rilis
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Whats New
Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Whats New
Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Rilis
Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Whats New
Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.