HIPMI Minta Subsidi Bunga KUR Diminta Tak Dipangkas

Kompas.com - 19/09/2016, 08:57 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah diminta untuk tidak memangkas subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ketua umum badan pengurus pusat himpunan pengusaha muda Indonesia (BPP Hipmi) Bahlil Lahadalia mengatakan KUR sangat strategis mengatasi pelemahan ekonomi dan ancaman pengangguran.

Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo pun sudah menyepakati untuk menekan bunga KUR hingga 7 persen tahun depan. Sebaiknya, pemerintah mempertimbangkan kembali rencana pemangkasan subsidi bunga KUR tersebut.

"Program pemerintah seperti KUR justru sangat strategis dalam mengatasi dampak pelemahan ekonomi yang berasal dari pemutusan hubungan kerja dan ancaman pengangguran," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Senin (19/9/2016).

Hipmi memahami bahwa pemerintah tengah mengalami kesulitan keuangan, sehingga dibutuhkan penghematan di sana-sini. Program-program yang tidak penting dan memboroskan uang negara semestinya segera dipangkas.

Namun, penyaluran KUR merupakan program yang sangat strategis sebab disalurkan untuk sektor produktif yang dapat mendorong perekonomian rakyat dan menciptakan permintaan domestik yang kuat.

"Ekonomi kita kan titik lemahnya pada sisi permintaan, KUR bisa bantu disini dan dia ciptakan lapangan kerja serta mencitpakan pengusaha-pengusaha baru," tutur Bahlil.

BPP Hipmi bersama Presiden sudah menyepakati upaya mendorong bunga KUR hingga 7 persen tahun depan. Dengan demikian, subsidi bunga KUR semestinya ditambah.

Namun rencana tersebut akan sulit terealisasi bila pemerintah kemudian memutuskan akan memangkas subsidi tersebut.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, pemerintah akan memangkas anggaran subsidi bunga KUR sebesar Rp 1 triliun pada tahun depan.

Dia mengatakan, pemerintah akan mengalokasikan anggaran subsidi untuk bunga KUR pada tahun depan sebesar Rp 9,5 triliun. Alokasi tersebut lebih rendah dari alokasi tahun ini yang mencapai Rp 10,5 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.