Tingkatkan Daya Saing, Menhub Dorong Deregulasi Aturan Kepelabuhan

Kompas.com - 23/09/2016, 06:15 WIB
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan akan memberikan dukungan kepada pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia. Salah satunya, melalui deregulasi peraturan dan ketentuan kegiatan kepelabuhanan di Indonesia.

Apa saja aturan yang akan dideregulasi oleh Menhub?

Pertama, Menhub Budi Karya telah menginstruksikan sektor Perhubungan Laut agar melakukan deregulasi untuk mendukung penguatan pelayanan jasa pengerukan pada pelabuhan di Indonesia. 

Kedua, Menhub Budi Karya sudah menginstruksikan kepada Dirjen Perhubungan Laut untuk melakukan kajian yang menyeluruh dan melakukan dialog dengan semua pemangku kepentingan terkait deregulasi mekanisme konsultasi tarif jasa kepelabuhanan. 

"Kajian tentang ketentuan konsultasi tarif di pelabuhan ini juga dilakukan terkait dengan upaya meningkatkan pelayanan jasa transhipment di pelabuhan seluruh Indonesia," kata dia melalui siaran pers ke Kompas.com, Kamis (22/9/2016).

Ketiga, Kementerian Perhubungan akan mengadakan dialog dengan operator pelabuhan dan pemangku kepentingan lainnya terkait dengan kaji ulang peraturan dan ketentuan tentang pengerukan alur dan kolam pelabuhan. 

Menhub Budi Karya sudah mengidentifikasikan beberapa langkah yang perlu ditempuh untuk mengatur kembali kegiatan pengerukan alur dan kolam pelabuhan. 

"Hal itu guna mendukung kelancaran pergerakan kapal keluar dan masuk pelabuhan, yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan daya saing pelabuhan kita," imbuh dia. 

Sekadar informasi, Kemenhub saat ini sedang gencar untuk membenahi pelabuhan di seluruh Indonesia. (Baca: Amarah Jokowi dan Gebrakan Polri di Pelabuhan Nakal...)

Salah satunya yakni dengan mempercepat waktu bongkar muat atau dwell time di pelabuhan seluruh Indonesia. Dengan demikian, pelabuhan Indonesia akan memiliki daya saing tinggi. 

(Baca: Ini Langkah Kemenhub Pangkas "Dwell Time")

Kompas TV Kapasitas Tanjung Priok Baru Saingi Singapura

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.