Pelaku Industri Penerbangan Dukung Gagasan Tol Udara Pemerintah

Kompas.com - 26/09/2016, 07:22 WIB
Warga Dayak Kenyah usai menaiki pesawat ringan di bandara perintis di Desa Data Dian, Kayan Hilir, Malinau, Kalimantan Utara, 8 Desember 2014. Data Dian adalah salah satu desa yang berada di perbatasan Indonesia - Malaysia. Akses menuju desa ini hanya dapat ditempuh mengunakan jalur udara. KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYATWarga Dayak Kenyah usai menaiki pesawat ringan di bandara perintis di Desa Data Dian, Kayan Hilir, Malinau, Kalimantan Utara, 8 Desember 2014. Data Dian adalah salah satu desa yang berada di perbatasan Indonesia - Malaysia. Akses menuju desa ini hanya dapat ditempuh mengunakan jalur udara.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Gagasan tol udara yang dicanangkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, disambut positif oleh berbagai pihak, salah satunya dari praktisi penerbangan.

Praktisi penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center, Arista Atmaji, dengan adanya tol udara, distribusi baranga ke daerah pelosok akan semakin cepat.

"Intinya tol udara udara membuka konektivitas secara luas. membuka luas akses ke daerah-daerah di perbatasan, misalnya bandara di Natuna," ujar Arista saat dihubungi Kompas.com, Minggu (25/9/2016).

Arista menuturkan, untuk mencapai rencana tersebut pemerintah harus memperbaiki infrastruktur bandara di daerah pelosok. Salah satunya adalah memperpanjang landasan pacu atau runway. Itu dilakukan agar pesawat berbadan lebar bisa mendarat di Bandara daerah pelosok.

"Peralatan juga harus ditingkatkan, agar dapat menunjang kegiatan di Bandara," ucap dia.

Selain itu, dia juga meminta kepada operator bandara agar memperpanjang jam operasional bandara di daerah pelosok. Sebab, pergerakan ekonomi masyarakat tidak dibatasi oleh waktu.

"Biasanya kalau di luar Jawa kalau setelah pukul enam sore bandaranya sudah tutup. Jadi supaya dipikirkan jam kerja operasi bandara diperpanjang," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan akan menginisiasi tol udara untuk meningkatkan konektivitas barang dan orang di kawasan terpencil yang sulit diakses dengan jalur darat dan air. Gagasan tol udara diharapkan bisa direalisasikan pada tahun depan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X