Perusahaan Malaysia Pecat Pegawainya yang Main Pokemon Go

Kompas.com - 26/09/2016, 13:04 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Beberapa perusahaan di Malaysia memecat pegawai-pegawainya yang kedapatan bermain Pokemon Go selama jam kerja. Informasi ini diperoleh dari jajak pendapat yang dilakukan Malaysian Employers Federation (MEF).

Hasil survei itu menyebut, enam dari 150 perusahaan yang disurvei telah memecat para pegawai yang dinilai sangat terlibat dalam permainan yang amat populer tersebut.

Pokemon Go sendiri diluncurkan di Malaysia pada 6 Agustus 2016 lalu. Mengutip Channel News Asia, Senin (26/9/2016), perusahaan juga mengambil tindakan lainnya seperti meminta pegawai untuk tidak bermain selama jam kerja.

Selain itu, perusahaan juga menerbitkan surat peringatan dan memberi hukuman berupa kerja tanpa bayaran.

Menurut survei tersebut, 95 persen perusahaan yang disurvei mengambil posisi yang kuat terhadap larangan bermain Pokemon Go. Mereka juga tidak mengizinkan pegawai mereka mengakses aplikasi Pokemon Go saat bekerja.

Sementara itu, 96 persen perusahaan melarang pegawai mereka untuk mendaftarkan diri pada permainan Pokemon Go dengan menggunakan alamat e-mail perusahaan.

Survei ini menemukan pula bahwa seperempat perusahaan telah menangkap basah pegawai mereka tengah bermain Pokemon Go saat jam kerja.

Direktur eksekutif MEF Datuk Shamsuddin Bardan, 11 persen perusahaan mengetahui pegawai mereka istirahat makan siang lebih lama lantaran bermain Pokemon Go.

Sementara itu, 5 persen perusahaan juga mengetahui pegawai mereka mengakses area terlarang di gedung perusahaan demi menangkap Pokemon.

Namun, tak semua perusahaan merasakan dampak negatif kerajingan Pokemon Go. Hampir seperlima perusahaan yang disurvei, termasuk di dalamnya adalah industri makanan dan minuman, mengatakan permainan itu memberi manfaat bagi bisnis mereka.

"Kebanyakan perusahaan masih mencoba untuk menangani situasi ini. Masih terlalu dini bagi kami untuk mengatur kebijakan standar untuk semua perusahaan terkait Pokemon Go," ujar Shamsuddin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.