Bidik Pasar Berbeda, Fintech Investree Sebut Bukan Pesaing Perbankan

Kompas.com - 28/09/2016, 20:43 WIB
Foto ilustrasi teknologi digital Josephus PrimusFoto ilustrasi teknologi digital
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan financial technology (fintech), PT lnvestree Radhika Jaya (lnvestree), mengatakan pihaknya bukan ancaman bagi dunia perbankan nasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Chairman dan Co-Founder Investree, Adrian Gunadi, pada konfrensi pers di Plaza Sentral, Jakarta, Rabu (28/9/16).

"Usaha seperti Investree tidak dianggap oleh industri perbankan sebagai ancaman. Karena kami menyasar segmen pasar yang berbeda dan belum tersentuh oleh industri perbankan," ujar Adrian.

Dia menyebutkan, dengan menyasar kalangan usaha kreatif dan Usaha Kecil Menengah (UKM), pihaknya turut mendorong program pemerintah terkait pembiayaan UKM.

"Usaha kami turut melengkapi inisiasi KUR yang digalakkan pemerintah dan industri perbankan," tambahnya.

Adrian menegaskan, Investree menyasar usaha kelas menengah yang sering kali dinilai pihak perbankan belum memenuhi sejumlah persyaratan untuk dapat memperoleh akses permodalan.

"Tetapi, usaha yang bisa mendapatkan pinjaman dari Investree juga merupakan usaha dengan masa operasional minimal satu tahun," jelas Adrian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ke depan, Adrian berharap perusahaannya dapat berkolaborasi dengan pelaku industri perbankan.

Dijelaskan, pelaku UKM yang ingin mendapatkan pinjaman, cukup mengakses Investree.id dan melakukan registrasi untuk pengajuan pinjaman.

Setelah itu, tim Investree akan menganalisis aplikasi pinjaman sebelum menawarkan kepada pihak yang ingin menginvestasikan dananya.

"Setelah disetujui dan diberikan pinjaman, peminjam wajib membayar pinjaman melalui Investree sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," jelas Adrian.

Adrian menjelaskan, sebagai anggota dari Asosiasi Fintech Indonesia, Investree aktif dan terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam penyusunan regulasi fintech di Indonesia.

"Investree berperan sebagai wakil fintech Indonesia di bidang peer-to-peer. Untuk regulasi mudah-mudahan akhir tahun 2016, OJK telah mengumumkan panduan terkait bidang peer-to-peer ini," ungkapnya.

Sebagai informasi, PT lnvestree Radhika Jaya (lnvestree) merupakan perusahaan financial technology (fintech) yang bergerak dalam layanan peer-to-peer (P2P) lending online marketplace. Investree marketplace mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman secara online.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bareskrim Tindak Hukum Dua Pinjol Ilegal, SWI: Beri Efek Jera

Bareskrim Tindak Hukum Dua Pinjol Ilegal, SWI: Beri Efek Jera

Whats New
Meski Cetak Laba Rp 150,8 Triliun, Kinerja Facebook Diproyeksi Tak Cerah Sepanjang Tahun

Meski Cetak Laba Rp 150,8 Triliun, Kinerja Facebook Diproyeksi Tak Cerah Sepanjang Tahun

Whats New
Google Sumbang Rp 14,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

Google Sumbang Rp 14,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

Rilis
Kini Mencairkan BPUM Rp 1,2 Juta Tak Perlu Antre, Ini Caranya

Kini Mencairkan BPUM Rp 1,2 Juta Tak Perlu Antre, Ini Caranya

Whats New
Luhut Sebut Potensi Kerugian akibat Banjir Rob Lebih dari Rp 1.000 Triliun

Luhut Sebut Potensi Kerugian akibat Banjir Rob Lebih dari Rp 1.000 Triliun

Whats New
Tingkatkan Akurasi Diagnosis, Menkes Mau Kumpulkan Data Medis Warga

Tingkatkan Akurasi Diagnosis, Menkes Mau Kumpulkan Data Medis Warga

Whats New
ARTO Cetak Rekor, Kekayaan Jerry Ng Bertambah Rp 3,91 Triliun Sehari

ARTO Cetak Rekor, Kekayaan Jerry Ng Bertambah Rp 3,91 Triliun Sehari

Whats New
Hasil Investigasi Internal, Kebocoran Data Terjadi di BRI Life Syariah

Hasil Investigasi Internal, Kebocoran Data Terjadi di BRI Life Syariah

Rilis
Urus Administrasi Kependudukan Tak Perlu Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Urus Administrasi Kependudukan Tak Perlu Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Whats New
ZYRX Pasok 165.000 Laptop Senilai Rp 700 Miliar buat Kemendikbud

ZYRX Pasok 165.000 Laptop Senilai Rp 700 Miliar buat Kemendikbud

Whats New
Net Asset Value Saratoga Naik Pada Semester I 2021 Berkat Portofolio Investasi

Net Asset Value Saratoga Naik Pada Semester I 2021 Berkat Portofolio Investasi

Rilis
Transaksi Digital Tembus 86 Pesen, Bagaimana Nasib Kantor Cabang BCA?

Transaksi Digital Tembus 86 Pesen, Bagaimana Nasib Kantor Cabang BCA?

Whats New
Daftar Tempat di Jakarta yang Pengunjungnya Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin Covid-19

Daftar Tempat di Jakarta yang Pengunjungnya Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin Covid-19

Whats New
Kesenjangan Internet di RI Masih Tinggi, Bank Dunia Rekomendasikan 3 Hal Ini

Kesenjangan Internet di RI Masih Tinggi, Bank Dunia Rekomendasikan 3 Hal Ini

Whats New
Bank Dunia: Kesenjangan Digital Indonesia Lebar, 49 Persen Penduduk Belum Akses Internet

Bank Dunia: Kesenjangan Digital Indonesia Lebar, 49 Persen Penduduk Belum Akses Internet

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X