JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan financial technology (fintech), PT lnvestree Radhika Jaya (lnvestree), mengatakan pihaknya bukan ancaman bagi dunia perbankan nasional.
Hal tersebut diungkapkan oleh Chairman dan Co-Founder Investree, Adrian Gunadi, pada konfrensi pers di Plaza Sentral, Jakarta, Rabu (28/9/16).
"Usaha seperti Investree tidak dianggap oleh industri perbankan sebagai ancaman. Karena kami menyasar segmen pasar yang berbeda dan belum tersentuh oleh industri perbankan," ujar Adrian.
Dia menyebutkan, dengan menyasar kalangan usaha kreatif dan Usaha Kecil Menengah (UKM), pihaknya turut mendorong program pemerintah terkait pembiayaan UKM.
"Usaha kami turut melengkapi inisiasi KUR yang digalakkan pemerintah dan industri perbankan," tambahnya.
Adrian menegaskan, Investree menyasar usaha kelas menengah yang sering kali dinilai pihak perbankan belum memenuhi sejumlah persyaratan untuk dapat memperoleh akses permodalan.
"Tetapi, usaha yang bisa mendapatkan pinjaman dari Investree juga merupakan usaha dengan masa operasional minimal satu tahun," jelas Adrian.
Ke depan, Adrian berharap perusahaannya dapat berkolaborasi dengan pelaku industri perbankan.
Dijelaskan, pelaku UKM yang ingin mendapatkan pinjaman, cukup mengakses Investree.id dan melakukan registrasi untuk pengajuan pinjaman.
Setelah itu, tim Investree akan menganalisis aplikasi pinjaman sebelum menawarkan kepada pihak yang ingin menginvestasikan dananya.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.