Selain Para Konglomerat, Ustaz Yusuf Mansyur Pun Ikut "Tax Amnesty"

Kompas.com - 30/09/2016, 12:30 WIB
Ustaz Yusuf Mansur tak lama berada di rumah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2016). Kahfi Dirga CahyaUstaz Yusuf Mansur tak lama berada di rumah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2016).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Program pengampunan pajak tidak hanya diikuti oleh para konglomerat. Pada akhir periode pertama tax amnesty, Ustaz Yusuf Mansyur pun ikut datang ke kantor pajak untuk melaporkan hartanya.

"Lega, saya lega dari dulu. Tidak ada yang disembunyikan," ujar Yusuf seusai menyerahkan surat pernyataan harta (SPH) di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Ia menuturkan, ada tiga alasan mengapa ia memutuskan untuk mengikuti program tax amnesty. Pertama, Yusuf ingin belajar transparan atas harta-hartanya kepada negara.

Selama ini, meski sudah membayar pajak, Yusuf merasa banyak kekurangan dalam memahami urusan regulasi perpajakan.

Alasan kedua, Yusuf merasa ikut dalam program tax amnesty merupakan suatu bentuk dukungan kepada pemerintah dan Presiden Joko Widodo dalam membangun bangsa.

"(Karena itu) saya ikut ambil bagian," kata pria berusia 39 tahun tersebut.

Alasan ketiga adalah spirit berbagi. Bagi Yusuf, membayar pajak merupakan bagian dari sedekah. Sebab, uang hasil bayar pajak tersebut akan dipergunakan untuk membiayai pembangunan hingga ke desa-desa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kayak apa tuh pahalanya. Makanya, ketika kemarin ada yang ngomong, ini mau digedein apa dikecilin, ya saya bilang, 'Gedein aje kalo ada duitnya,'" kata dia.

"Karena kan emang judulnya sedekah dan berbagi buat negara. Kalau kita bayar, sedekah, berbagai buat negara kan, Allah kan nanti bakalan ganti lebih gede."

Lantaran ketiga alasan itu, Yusuf memutuskan untuk ikut program tax amnesty. Ia melaporkan hartanya atas nama pribadi dan badan usaha atau perusahaan.

Kompas TV Para Pengusaha Ikuti Program Tax Amnesty



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X