Dirjen Pajak: Ada Tambahan Wajib Pajak 26.746 Orang gara-gara "Tax Amnesty"

Kompas.com - 03/10/2016, 20:59 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Program pengampunan pajak atau tax amnesty, yang salah satu tujuannya adalah memperbaiki basis pajak, dinilai cukup menuai hasil.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi menyatakan, ada tambahan wajib pajak (WP) baru sebanyak 26.746 orang hingga periode pertama amnesti pajak ini.

Jumlah tersebut terdiri dari WP yang terdaftar pasca-tax amnesty sebanyak 15.856 orang, dan WP yang mendaftar sebelum program tax amnesty sebanyak 10.890 orang.

"Kalau ditotal ada 26.746 WP baru dengan adanya tax amnesty ini," kata Ken di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Ken mengatakan, kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pajak mulai terbangun dengan adanya program tax amnesty.

"Sebelum ada tax amnesty, jangankan lapor SPT, NPWP pun enggak punya. Artinya apa? Artinya setelah ada Undang-Undang Pengampunan Pajak, mereka dengan sukarela ikut," kata Ken.

Dengan pencapaian ini, Ken berseloroh, orang yang paling senang dengan kondisi ini adalah Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak Dasto Ledyanto.

"Yang paling senang adalah Direktur Ekstensifikasi, Pak Dasto. Enggak kerja apa-apa dapat WP banyak. Makanya, tenang-tenang saja dia, enggak punya kerjaan. Kerjaannya sudah diambil Undang-Undang Pengampunan Pajak," kata Ken.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.