Kepala BKPM Tak Masalahkan Investasi Melambat Asalkan "Tax Amnesty" Rampung

Kompas.com - 06/10/2016, 15:41 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, di Kantor BKPM, Jakarta, (8/8/2016) KOMPAS.com/Achmad FauziKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, di Kantor BKPM, Jakarta, (8/8/2016)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menilai program pengampunan pajak atau tax amnesty akan memberi pengaruh yang cukup positif dalam meningkatkan gairah investasi.

Meski dampaknya belum terasa di investasi sektor rill, dia memprediksi gairah investasi ke sektor rill dari hasil program tax amnesty akan dirasakan di kuartal II 2017.

"Mungkin ini masih tahun berbenah, tentunya antara lain karena tax amnesty. Kalau tahun ini masih belum, ekonomi kita masih ditopang belanja pemerintah dan juga oleh konsumsi," ujarnya usai menghadiri Indonesia Knowledge Forum V di Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Thomas Lembong memaklumi bila para pengusaha maupun investor untuk terlebih dahulu lebih terfokus pada program tax amnesty dan mengesampingkan investasi.

"Saya pribadi sangat mendukung dan memaklumi semua pengusaha atau pemodal untuk fokus dulu ke tax amnsty. Bila perlu investasi dikesampingkan dulu, supaya memastikan bahwa benar-benar mereka ikut serta secara maksimal," terangnya.

Thomas Lembong tetap meyakini investasi di Indonesia tetap bisa tumbuh tahun ini, yakni sebesar 14 persen.

"Siklusnya begini, sekarang uangnya masuk dulu ke bank. Orang kan musti isi formulir dulu, hitung-hitungan, musti dokumentasi. Jadi uang masuk di bank dulu. Nah untuk uang dari bank mengalir ke sektor riil itu perkiraan saya butuh waktu 6 sampai 9 bulan," ucap Lembong.

Berdasarkan hal tersebut, Thomas Lembong memprediksi program tax amnesty baru akan bisa mendorong investasi di kuartal II 2017. Sementara untuk tahun ini, motor ekonomi masih dari belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat.

"Menurut saya keberhasilan tax amnesty yang sekarang sudah menjadi program tax amnesty yang paling sukses dalam sejarah dunia. Itu mungkin bisa mengangkat investasi di kuartal II tahun depan," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.