Kenakalan Oknum Pelabuhan Penghambat “Dwell Time” Terjadi di Banyak Pelabuhan

Kompas.com - 07/10/2016, 19:27 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Selasa (4/9/2016) Achmad FauziMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Selasa (4/9/2016)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan indikasi kenakalan oknum pelabuhan tidak hanya terjadi di Medan.

Kenalakan itu membuat waktu inap barang di pelabuhan atau dwell time menjadi lama. “Di Samarinda dikatakan ada juga kenakalan-kenakalan itu. Di Jayapura, Maumere, dan di Kijang (Kepulauaan Riau), itu terjadi juga,” ujar Budi saat jumpa pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta. Jumat (7/10/2016).

Menhub mengungkapkan bahwa Kemenhub sudah mendengarkan keterangan dari Pelindo I, II, III, dan IV.

Para operator pelabuhan itu sudah berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menindaklanjuti indikasi kenakalan di pelabuhan.

Selain itu, Budi juga mengingatkan jajaran Kementerian Perhubungan di daerah yakni Kantor Syahbandar dan Otoritas Perlabuhan (KSOP) untuk tidak coba-coba melakukan praktik-praktik nakal di pelabuhan.

Selain itu, ia juga meminta KSOP untuk mengutamakan praktik tata kelola yang baik di pelabuhan.

“Kami ingin sekali negara kita memperbaiki indeks logistik,” kata mantan Direktur Angkasa Pura II itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X