KPPU Dalami Polemik Tarif Lintas Operator dalam Aturan Interkoneksi

Kompas.com - 10/10/2016, 20:30 WIB
Kartu SIM ShutterstockKartu SIM
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendalami polemik tarif lintas operator (off net) di luar Jawa. KPPU melihat adanya indikasi price fixing dalam penetapan tarif telepon lintas operator di luar Jawa yang dilakukan oleh PT Indosat Tbk dan PT XL Axiata.

Hal itu dilakukan sejalan dengan pemeriksaan akan anak usaha patungan dua perusahaan tersebut, PT One Indonesia Synergy, yang juga terindikasi kartel.

"Ada tiga komponen biaya dalam skema tarif, dan tiap operator berbeda-beda pengeluarannya untuk bangun jaringan. Ada yang patuh, ada yang tidak, meskipun lisensinya sama-sama nasional," ujar dia, Senin (10/10/2016).

Sebelumnya, Indosat mengeluarkan program telepon Rp 1 per detik (Rp 60 per menit) untuk panggilan off-net di luar Jawa pada pertengahan 2016. Kemudian, XL juga mengeluarkan program serupa, yakni tarif panggilan Rp 59 per menit di luar Jawa, pekan lalu.

Aksi pemasaran itu tetap dilakukan Indosat dan XL meskipun penetapan tentang tarif baru interkoneksi tengah ditangguhkan. Dengan demikian, KPPU menilai ada indikasi awal persaingan usaha tidak sehat.

Syarkawi mengatakan indikasi ini terlihat sejak polemik tentang revisi PP No. 52 dan 53 Tahun 2000 mencuat, khususnya polemik mengenai interkoneksi dan network sharing.

Terkait network sharing dan interkoneksi, sebenarnya KPPU sangat mendukung upaya industri menuju efisiensi. Dengan demikian, KPPU mendorong pemerintah untuk menerapkan reward and punishment bagi seluruh operator sesuai dengan lisensi yang dimilikinya.

Jika punya lisensi seluler, operator tersebut harus membangun jaringan secara nasional. "Harus dihitung pula mekanisme kompensasi bagi operator yang patuh bangun jaringan, misalnya Telkomsel," kata dia.

Jika melihat skema tarif yang ditawarkan Indosat dan XL, bisa dipastikan adanya subsidi mengingat biaya cost recovery XL adalah Rp 65 per menit dan Indosat Rp 86 per menit, untuk panggilan lintas operator.

Sementara cost recovery Telkom dan Telkomsel sebesar Rp 285 per menit, Smartfren Telecom Rp 100 per menit dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) Rp 120 per menit.

Dari sisi penguasaan pasar seluler nasional, Telkomsel mendominasi 45 persen, setelah itu disusul Indosat 21,6 persen, Tri 14,4 persen, dan XL 14 persen.

Sedangkan untuk pasar di luar Jawa, lebih dari 80 persen dikuasai Telkomsel, sementara pesaing terdekatnya, Indosat dan XL, tak lebih dari lima persen.

Kompas TV Biaya Interkoneksi Telekomunikasi Turun 26%

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X