Kemenperin: Wacana Kenaikan PPN Hasil Tembakau Menambah Beban Industri

Kompas.com - 11/10/2016, 17:10 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana normalisasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hasil tembakau menjadi 10 persen pada tahun depan dinilai akan semakin menghimpit industri.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Willem Petrus Riwu mengatakan, baru-baru ini industri rokok sudah dinaikan cukainya, bila ada kenaikan PPN lagi tentu akan menambah beban industri.

Willem menjelaskan, saat ini, dari tahun ke tahun volume produksi rokok sudah semakin menurun.

"Banyak dari mereka yang gulung tikar karena dampak kenaikan ini, tentu ini harus menjadi perhatian kita bersama," kata Willem dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/10/2016).

Willem mengatakan, sebagai contoh, data Kemenperin di tahun 2015 hingga 2016 hanya 100 dari 600 perusahaan yang mampu membayar cukai.

"Ini mengindikasikan bahwa kondisi industri ini sedang tidak baik," lanjutnya.

Willem khawatir bila dalam waktu dekat akan dikenakan kenaikan PPN, industri akan semakin tercekik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu, katanya, rencana kenaikan PPN perlu dikaji jangan sampai menurunkan kualitas industri yang sedang menurun.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengaku belum mendiskusikan wacana penarikan PPN Rokok dengan BKF Kemenkeu.

Airlangga berpendapat wacana penyesuaian PPN rokok menjadi 10 persen akan membebani industri rokok mengingat pemerintah baru saja menetapkan tarif cukai rokok rata-rata 10,54 persen per 1 Januari 2017.

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga dalam hal ini tengah mengkaji wacana kenaikan pungutan PPN produk hasil tembakau alias rokok menjadi 10 persen pada tahun depan.

Kompas TV Isu Kenaikan Harga Rokok Menyumbang Inflasi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.