Soal Harga Gas Murah, Luhut Sindir Bakal Ada yang "Sakit Gigi"

Kompas.com - 13/10/2016, 09:46 WIB
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2016) KOMPAS.com/Nabilla tashandraMenteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/7/2016)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah memberikan harga gas murah untuk industri masih terus diupayakan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun memiliki satu opsi yakni dengan impor gas alam cair dari luar negeri, untuk memenuhi kebutuhan industri terdekat.

Selain itu pula, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan menekankan perlunya memangkas biaya produksi yang bisa ditanggungkan ke negara atau cost recovery.

Luhut bilang, dirinya telah memerintahkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk melakukan kajian penurunan cost recovery.

"Bisa kok, harga gas itu diturunkan dari 13 dollar AS per MMBTU. Makanya saya minta dipotong (cost recovery-nya)," kata Luhut di Jakarta, Rabu (12/10/2016).

"Tetapi saya mau ini (struktur biaya) didetilkan dulu, supaya tidak ada yang salah. Ya pasti ada yang sakit gigi lah (dengan harga gas murah)," selorog Jenderal TNI (Purn) itu.

Sayangnya Luhut enggan menyebut pihak mana yang ia sebut bakal 'sakit gigi' dengan harga gas murah itu.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM IGN Wiratmadja Puja mengatakan, ada lima aspek dalam struktur biaya gas yang bisa diubah untuk menurunkan harga.

"Pertama, efisiensi bagian hulu. Jadi KKKS masih bisa tidak, lebih efisien cost recovery-nya," kata Wiratmaja.

Wiratmaja mengatakan, rata-rata harga gas di hulu baik untuk gas pipa maupun LNG di Indonesia saat ini adalah 5,9 dollar AS per MMBTU.

Adapun struktur biayanya yaitu cost recovery (capex plus opex) sebesar 2,6 dollar AS, bagian kontraktor 1,2 dollar AS, PPh 1,16 dollar AS, dan PNBP 0,92 dollar AS.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.