Parlemen Minta Anggaran KUR Digeser ke Anggaran Kementerian

Kompas.com - 13/10/2016, 22:37 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) menyarankan pemerintah menggeser anggaran yang diperuntukkan subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) ke pos belanja Kementerian/Lembaga.

Alasannya, penyaluran KUR masih dianggap minim. Dari alokasi subsidi bunga kredit sebesar Rp 15,77 triliun dalam APBN-P 2016, hingga 30 September 2016 lalu, baru terpakai sebesar Rp 1,46 triliun.

"Pertanyaannya, apakah 80 persen sisanya itu bisa terserap? Kalau tidak bisa, bagaimana kalau direalokasikan ke belanja K/L?," kata Anna Mu'awanah, anggota Banggar DPR-RI dari Komisi I, dalam rapat, Kamis (13/10/2016).

Anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa itu mengatakan, sebenarnya jika dialokasikan ke belanja K/L, maka anggaran tersebut akan lebih bermanfaat.

Contohnya, kata dia, pada pos Kementerian Perhubungan, dana tersebut bisa digunakan untuk pembangunan transportasi darat dan kereta api.

Anna yang merupakan wakil Dapil Jawa Timur IX itu pun pesimistis alokasi subsidi kredit bisa terserap 100 persen tahun ini.

Selain Anna, beberapa anggota Banggar DPR-RI yang hadir turut memberikan pendapat senada.

Mendengar masukan dari parlemen, pemerintah yang diwakili Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan, pemerintah tetap yakin alokasi subsidi kredit akan terserap optimal.

Askolani juga menjelaskan sebenarnya banyak perbankan yang belum menyelesaikan akuntabilitas penagihan subsidi bunga KUR. Sehingga klaim yang benar-benar masuk baru tercatat sebesar Rp 1,46 triliun.

"Catatan realisasinya memang Rp 1,46 triliun, tapi sebenarnya lebih tinggi dari itu dalam pelaksanaannya. Saat ini perbankan sudah menagih Rp 5 triliun, tapi untuk menagih itu mereka diminta untuk input ke dalam sistem IT yang dipakai Kemenkop-UKM dan Kemenkeu," ujar Askolani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
 Harga Minyak WTI Turun di Bawah 90 Dollar AS Per Barrel, Terendah dalam 6 Bulan

Harga Minyak WTI Turun di Bawah 90 Dollar AS Per Barrel, Terendah dalam 6 Bulan

Whats New
Jelang 'BUMN Legal Summit 2022', Kementerian BUMN Edukasi Mahasiswa Hukum

Jelang "BUMN Legal Summit 2022", Kementerian BUMN Edukasi Mahasiswa Hukum

Whats New
Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi 'Lifestyle Smart Retailer' Terbesar di Asteng

Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi "Lifestyle Smart Retailer" Terbesar di Asteng

Whats New
Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Whats New
Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Whats New
Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Whats New
[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

Whats New
Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Whats New
Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Rilis
Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Whats New
Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Whats New
APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

Whats New
Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Rilis
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.