Mentan Janji Berantas Mafia Beras Sampai Akarnya

Kompas.com - 15/10/2016, 06:39 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

BONE, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah Bareskrim Polri yang menetapkan tersangka terhadap lima pelaku pengoplosan beras.

Amran meminta Polri menuntaskan perkara tersebut dengan mengungkap semua pihak yang terlibat.

"Ini menyakitkan orang kecil, menyakitkan petani. Kami minta tegas ini dibongkar sampai ke akar-akarnya," tegas Amran di sela-sela Panen Pedet (anak sapi), di Lapangan Sepak Bola Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Bone, Jumat (14/10/2016).

Menurutnya, proses hukum terhadap para penyeleweng beras rakyat ini tidak bisa dibiarkan. Sebab, penyimpangan distribusi membuat rugi masyarakat dan petani.

Untuk itu pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga hukum untuk menyingkirkan para penyeleweng pangan yang merugikan masyarakat.

"Dulu masalah pupuk, oplos pupuk dan sudah ada 40 yang dipenjarakan. Alhamdulillah sekarang sudah tersedia pupuk. Sekarang untuk beras, ini tidak boleh dibiarkan," tegasnya.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan lima orang tersangka kasus beras oplosan bersubsidi. Salah satu dari lima tersangka itu adalah Kepala Bulog Divisi Regional DKI Jakarta-Banten, Agus Dwi Irianto.

Sementara empat tersangka lainnya merupakan distributor beras ilegal yakni berinisial TID, SAA, CS dan J. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri sebelumnya menyita ratusan ton beras yang telah dicampur di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Di lokasi, ditemukan 152 ton beras subsidi Bulog, 10 ton beras curah merek Palm Mas dari Demak, dan 10 ton beras yang sudah dicampur. Beras oplosan antara beras impor dari Thailand dengan beras lokal Demak itu dijual pelaku ke pasaran sebagai beras premium.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.