Raja Bhumibol Adulyadej Mangkat, Pasar Obligasi Thailand Anjlok

Kompas.com - 17/10/2016, 16:20 WIB
Jutaan warga Thailand di Bangkok, ibu kota negara itu, telah berada di sepanjang tepi jalan yang akan dilalui saat perarakan peti jenazah Raja Bhumibol dari rumah sakit menuju Grand Place, di pusat kota, Jumat (14/10/2016). Mereka mengenakan pakaian hitam sambil memegang foto raja. ReutersJutaan warga Thailand di Bangkok, ibu kota negara itu, telah berada di sepanjang tepi jalan yang akan dilalui saat perarakan peti jenazah Raja Bhumibol dari rumah sakit menuju Grand Place, di pusat kota, Jumat (14/10/2016). Mereka mengenakan pakaian hitam sambil memegang foto raja.
|
EditorM Fajar Marta

SINGAPURA, KOMPAS.com – Pasar keuangan dunia mencatatkan rekor aksi jual sebesar 1 miliar dollar AS dari pasar obligasi Thailand pekan lalu setelah Raja Bhumibol Adulyadej mangkat.

Ini menandakan hilangnya figur pengaruh stabilitas lanskap politik di Thailand. Nilai tukar baht melemah dalam lima hari berturut-turut pekan lalu hingga mencatat pelemahan terdalam selama tahun 2016 setelah raja yang telah memimpin Thailand selama 70 tahun tersebut mangkat pada usia 88 tahun.

Menurut data yang dihimpun Bloomberg seperti dikutip dari The Straits Times, Senin (17/10/2016), aksi jual obligasi Thailand menghapus arus modal yang masuk dalam setahun ini yang tercatat sebesar 10,7 miliar dollar AS.

“Aksi jual ini berlebihan. Jelas ini merupakan periode penting bagi warga Thailand,” ujar Tim Condon, kepala riset Asia di ING Groep di Singapura.

Mata uang baht melemah 0,1 persen menjadi 35,375 per dollar AS pada pukul 10.00, Senin. Pelemahan ini terjadi setelah penguatan selama dua hari sejalan dengan melemahnya nilai tukar mata uang Asia terhadap dollar AS.

Secara kalender atau year to date, nilai tukar baht sudah melemah 2 persen per Oktober 2016.

Juru bicara pemerintah Thailand Sansern Kaewkamnerd mengungkapkan, kabinet Thailand akan menggelar pertemuan pada Selasa (18/10/2016) membahas upaya perkembangan nasional terkini pasca mangkatnya Raja Bhumibol Adulyadej.

Puluhan ribu warga Thailand membanjiri jalan-jalan di ibukota Bangkok pada akhir pekan lalu untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang raja, ketika jenazah Raja Bhumibol dipindahkan dari rumah sakit ke istana.

Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha meminta publik tetap tenang dan menyatakan penundaan pengangkatan putra Raja Bhumibol, Pangeran Maha Vajiralongkorn ke tahta tidak akan membatalkan rencana pemilu yang dijadwalkan akhir tahun 2017 mendatang.

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X