Industri Penerbangan Nasional Tumbuh Signifikan

Kompas.com - 18/10/2016, 22:14 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menjelaskan, industri penerbangan dalam negeri terus berkembang dan mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.

Hal ini diindikasikan dengan kenaikan jumlah lalu lintas udara, baik penumpang maupun arus barang.

“Pertumbuhan jumlah penumpang udara domestik meningkat rata-rata 15 persen per tahun selama 10 tahun terakhir,” ungkap Airlangga di Kemenperin, Jakarta, (18/10/2016).

Adapun jumlah penumpang udara internasional naik sekitar delapan persen.  Di samping itu, Indonesia merupakan negara terbesar ketiga di Asia dalam pembelian pesawat udara setelah China dan India.

Menurut Airlangga, Indonesia telah memiliki infrastruktur dalam rangka pengembangan industri kedirgantaraan, di antaranya Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan  PT Dirgantara Indonesia (DI).

Indonesia sedang mengembangkan pesawat jenis N219, yaitu pesawat berpenumpang 19 orang. Selanjutnya akan dikembangkan pesawat jenis N245 dan pesawat N270.

“PT DI sebagai BUMN sampai saat ini telah memproduksi beberapa jenis pesawat berbasis propeler dan beberapa jenis helikopter yang merupakan join produksi dengan Bell Helicopter dan Eurocopter,” ungkapnya.

Sedangkan, di sektor swasta, PT Regio Aviasi Industri juga sedang mengembangkan pesawat R80, yaitu pesawat berpenumpang 80 sampai 90 orang yang diinisiasi oleh mantan Presiden BJ Habibie.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan  menyampaikan, Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan kemandirian industri kedirgantaraan nasional.

Fasilitasi yang telah dilakukan, antara lain terbentuknya Asosiasi Industri Pesawat dan Komponen Pesawat atau Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM) yang anggotanya terdiri dari berbagai industri berbasis logam, karet, plastik, serta lembaga riset dan konsultan bidang kedirgantaraan.

Di sisi lain, Putu mengatakan, potensi pasar dalam negeri untuk industri jasa perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintenance Repair and Overhaul (MRO) nasional cukup besar.

Berdasarkan catatan Kemenperin pada tahun 2014, potensi tersebut mencapai 1 miliar dollar AS dan diprediksikan naik sebesar 2 miliar dollar AS pada tahun 2019.

“Pesatnya perkembangan dan pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia akan membuka peluang tumbuhnya industri pesawat udara, komponen pesawat, dan MRO di Indonesia,” ungkapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X