Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sektor Telekomunikasi Terpuruk, Wall Street Ditutup Turun Tipis

Kompas.com - 21/10/2016, 07:00 WIB
Aprillia Ika

Penulis

NEW YORK, KOMPAS.com - Bursa saham di Amerika Serikat berlangsung bervariasi di Kamis (20/10/2016) waktu setempat, atau Jumat waktu Indonesia.

Penyebabnya, para investor sedang mencerna paparan kinerja terakhir, di mana industri telekomunikasi alami penurunan dan menyeret turun saham-saham sektor telekomunikasi.

Padahal, saham-saham sektor keuangan dan kesehatan naik. Akibatnya, bursa AS ditutup dengan penurunan tipis.

Indeks Dow Jones Industrial average turun 40,27 poin atau turun 0,22 persen ke level 18.162,35. Indeks S&P 500 turun 2,95 poin atau turun 0,14 persen ke level 2.141,34. Indeks Nasdaq Composite turun 4,58 poin atau turun 0,09 persen ke level 5.241,83.

Sektor telekomunikasi turun dua persen yang menjadi penurunan terbesar dalam lima minggu.

Saham perusahaan telekomunikasi verizon turun 2,5 persen dan mendorong sektor telekomunikasi turun. Penyebabnya, upaya Verizon untuk menambah jumlah pelanggan berada di bawah target, demikian juga dengan target pendapatannya.

Sektor telekomunikasi juga tertekan rencana aksi korporasi AT&T, yang diperkirakan akan memperpanjang kerugiannya, seiring berjalannya pembicaraan akuisisi merger dengan Time Warner. Saham AT&T tertekan 1,9 persen, sedangkan saham Time Warner naik 4,7 persen.

Untungnya, ada kenaikan 10,3 persen saham American Express, dengan demikian indeks tidak terlalu terpuruk. Kenaikan saham American Express ini disebabkan jumlah pemegang kartu kredit yang meningkat di kuartal III dan membuat estimasi pendapatan perusahaan naik di 2016.

Kenaikan saham American Express ini merupakan kenaikan terbaik bagi bursa saham AS selama tujuh tahun terakhir.

"Faktanya, saat ini banyak perasaan positif, setidaknya secara jangka pendek. Karena paparan kinerja meningkat, terutama sektor finansial," kata JJ Kinahan, chief market strategist di TD Ameritrade di Chicago, seperti dikutip dari Reuters.

Sektor kesehatan naik 0,5 persen dengan sejumlah saham utama mengalami kenaikan. Kenaikan sektor kesehatan dipimpin oleh kenaikan saham Danaher yang naik 3,9 persen, setelah paparan kinerjanya di kuartal III memuaskan.

Saham Microsoft juga naik 5,9 persen, tetapi setelah closing bell. Pasalnya, perusahaan perangkat lunak raksasa tersebut mengumumkan paparan kinerja kuartal III yang sangat memuaskan.

Di sisi lain, saham Advanced Micro Devices (AMD) turun 4,6 persen karena paparan kinerja kuartal III yang kurang memuaskan.

Kompas TV Tahun 2016, Bursa Saham Lesu?


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Waspada Modus Baru Judi Online dengan Deposit Pulsa

Waspada Modus Baru Judi Online dengan Deposit Pulsa

Whats New
PPATK Catat Nilai Transaksi Judi Online Capai Rp 600 Triliun

PPATK Catat Nilai Transaksi Judi Online Capai Rp 600 Triliun

Whats New
Daftar 15 BUMN dengan Laba Terbesar Sepanjang 2023

Daftar 15 BUMN dengan Laba Terbesar Sepanjang 2023

Whats New
Rupiah Diramal Jatuh ke Rp 16.800 Per Dollar AS, Akankah BI Naikkan Suku Bunga?

Rupiah Diramal Jatuh ke Rp 16.800 Per Dollar AS, Akankah BI Naikkan Suku Bunga?

Whats New
Peluang Perawat Indonesia Bekerja di Belanda Terbuka Lebar

Peluang Perawat Indonesia Bekerja di Belanda Terbuka Lebar

Work Smart
Pertamina dan PLN Masuk 10 Besar Perusahaan Energi Terbesar Asia Tenggara 2024 Versi Fortune

Pertamina dan PLN Masuk 10 Besar Perusahaan Energi Terbesar Asia Tenggara 2024 Versi Fortune

Whats New
Adaro Minerals Buka Lowongan Kerja hingga 30 Juni 2024, Simak Persyaratannya

Adaro Minerals Buka Lowongan Kerja hingga 30 Juni 2024, Simak Persyaratannya

Work Smart
Cerita Tiarsih Bangun Kampung Rosella, Tingkatkan Ekonomi dari Komoditas Daerah

Cerita Tiarsih Bangun Kampung Rosella, Tingkatkan Ekonomi dari Komoditas Daerah

Smartpreneur
HUMI Bakal Bagikan Dividen Rp 18,04 Miliar

HUMI Bakal Bagikan Dividen Rp 18,04 Miliar

Whats New
Boeing Angkat Mantan Diplomat Australia Jadi Presiden Asia Tenggara

Boeing Angkat Mantan Diplomat Australia Jadi Presiden Asia Tenggara

Whats New
Holding BUMN Danareksa Bagi-bagi 212 Hewan Kurban ke 16.000 KK

Holding BUMN Danareksa Bagi-bagi 212 Hewan Kurban ke 16.000 KK

Whats New
Prudential Gandeng Mandiri Investasi, Luncurkan Subdana untuk Nasabah Standard Chartered

Prudential Gandeng Mandiri Investasi, Luncurkan Subdana untuk Nasabah Standard Chartered

Earn Smart
Pertamina Peringkat Ketiga Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Versi Fortune 500

Pertamina Peringkat Ketiga Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Versi Fortune 500

Whats New
Marak PHK di Industri Tekstil, Asosiasi: Ribuan Pekerja Belum Terima Pesangon

Marak PHK di Industri Tekstil, Asosiasi: Ribuan Pekerja Belum Terima Pesangon

Whats New
Daya Saing Indonesia Terbaik ke-27 Dunia, Ungguli Jepang dan Malaysia

Daya Saing Indonesia Terbaik ke-27 Dunia, Ungguli Jepang dan Malaysia

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com