Sukses di Mekkah dan Turki, Sukuk Berbasis Wakaf Cocok Diterapkan di Indonesia

Kompas.com - 21/10/2016, 20:54 WIB
Ilustrasi investasi www.shutterstock.comIlustrasi investasi
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) akan meluncurkan model sukuk berbasis wakaf. Dengan model tersebut, maka tanah-tanah wakaf yang tersebar di Indonesia dapat diutilisasi menggunakan dana sukuk sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Direktur Departemen Ekonomi Dan Keuangan Syariah Rifki Ismal mengungkapkan, model sukuk berbasis wakaf ini sudah lazim dan sukses dilakukan di berbagai negara, seperti Arab Saudi dan Turki.

Contoh yang paling nyata, menurut dia, adalah Menara Zamzam di kota suci Mekkah. "Zamzam Tower itu tanahnya tanah wakaf, disewakan ke Binladen Company. Dibangun hotel, pusat perbelanjaan, disewakan ke penyewa," kata Rifki di Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Rifki menjelaskan, sewa Menara Zamzam disepakati selama 75 tahun. Tanah wakaf tersebut adalah milik pemerintah.

Model sukuk berbasis wakaf seperti yang diimplementasikan di Arab Saudi juga banyak dilakukan di Turki.

Rifki memandang, model sukuk berbasis wakaf cocok untuk diterapkan di Indonesia. Pasalnya, ada 430.000 titik tanah wakaf di seluruh Indonesia dengan potensi nilai Rp 2.059 triliun.

"Padahal kalau ini (sukuk berbasis wakaf) jadi, kita bisa membuat rumah sakit, sekolah, dan lain-lain. Semua bisa menikmati, yang muslim dan non muslim," jelas Rifki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.