Sri Mulyani Yakin Serapan Anggaran Pemerintah Pusat Lebih dari 95 Persen Tahun Ini

Kompas.com - 24/10/2016, 18:45 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2016 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2016).  Dalam sidang tahunan ini Presiden Joko Widodo membacakan pidato kenegaraan. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2016 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2016). Dalam sidang tahunan ini Presiden Joko Widodo membacakan pidato kenegaraan.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan telah memantau progres penyerapan anggaran kementerian dan lembaga. Hasilnya, ia yakin anggaran belanja akan terserap maksimal.

"Mereka mampu membelanjakan jauh lebih besar dari tahun lalu dari sisi persentase. Jadi kemungkinan apa yang disebut tingkat belanja pemerintah bisa lebih dari 95 persen," ujar perempuan yang kerap disapa Ani itu di Jakarta, Senin (24/10/2016).

Dibandingkan serapan anggaran pemerintah pusat tahun-tahun sebelumnya, Ani mengatakan bahwa serapan tahun ini akan lebih baik. Sebab serapan anggaran tahun lalu berada di angka 91,5 persen.

Keyakinan Sri Mulyani akan serapan anggaran yang lebih baik tahun ini bukan tanpa dasar. Sebab kata dia, sejumlah kementerian dan lembaga ada yang serapan anggarannya mencapai 100 persen.

Lantaran hal itu pula, ia yakin pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak pada kuartal VI 2016 nanti. Sementara pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2016 diprediksi lebih rendah dari kuartal II sebesar 5,18 persen.

"Ini pasti akan membantu pertumbuhan ekonomi kuartal VI," kata Ani.

Sebelumnya, pemerintah memangkas anggaran dalam APBNP 2016 mencapai Rp 137,6 triliun. Angka tersebut naik Rp 4,6 triliun dari angka yang sempat disebutkan belum lama ini yakni sebesar Rp 133 triliun.

Pemangkasan anggaran itu terdiri dari penghematan pemerintah pusat yakni belanja Kementerian dan lembaga sebesar Rp 64,7 triliun.

Adapun sisanya merupakan penghematan dana transfer ke daerah Rp 70,1 triliun dan dana desa sebesar Rp 2,8 triliun.

Kompas TV Pemangkasan Anggaran Tekan Pertumbuhan Ekonomi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.