BI Jateng: "Fintech" Memperkuat Industri Keuangan

Kompas.com - 25/10/2016, 16:00 WIB
Kepala BI Perwakilan Jawa Tengah Iskandar Simorangkir Kontributor Semarang, Nazar NurdinKepala BI Perwakilan Jawa Tengah Iskandar Simorangkir
|
EditorAprillia Ika

SEMARANG, KOMPAS.com - Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah Iskandar Simorangkir meyakini penerapan financial technology (fintech) akan memperkuat layanan lembaga keuangan.

Menurut dia, fintech telah menjadi kebutuhan konsumen saat ini, namun tidak akan menggantikan layanan keuangan yang telah ada.

"Fintech menjamin transparansi. Ini sangat mendukung di industri keuangan. Yang diperlukan hanya pengaturan perlindungan konsumen," kata Iskandar, di sela diskusi ekonomi di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/10/2016).

Iskandar mengatakan, fintech merupakan perpaduan teknologi dengan fitur keuangan yang pada akhirnya mengubah model transaksi. Fintech akan mendukung sistem keuangan.

Perbankan yang menggunakan layanan fintech juga termudahkan dari sisi pengeluaran. Iskandar mencontohkan, betapa efisiensinya perbankan ketika tidak lagi mendatangi nasabah di lokasi terpencil.

Melalui sarana teknologi, fintech menyajikan data yang terkoneksi dari transaksi jual beli. Oleh karenanya, terjadi efisiensi dari sisi biaya dan sangat mendukung perbankan.

"Fintech mampu memotong mata rantai tengkulak, bisa langsung misalnya penjual-pembeli," kata dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Iskandar meyakini fintech masih akan terus berkembang. Misalnya, memesan barang dari petani nantinya bisa langsung dihantarkan dari PT Pos Indonesia.

"Jadi ekonomi jadi lebih efisien dan kompetitif. Fintech ini murah, pas dan bisa dimanapun. Oleh karenanya, tantangan fintech harus mempertimbangkan resiko yang makin banyak," tambahnya.

Beralih dari Media Sosial

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Soegijapranata Ika Rahutami menghimbau agar fintech jangan sampai menjadi fenomena sesaat.

Ia mendorong agar pengguna internet di negeri ini untuk tidak saja bermain media sosial, terapi juga menggunakan fintech.

"Orang Indonesia 70 persen menggunakan media sosial, tapi itu tak berlaku ketika menggunakan fintech," ujar dia. (Baca: Bank Indonesia Bakal Dirikan “Fintech Office”)

Kompas TV Maraknya "Fintech" di Indo, Apa Sih Itu?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X