Kembangkan Asuransi Syariah, Ini Upaya yang Dilakukan OJK

Kompas.com - 28/10/2016, 12:59 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani di Jakarta, Rabu (22/6/2016). Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.comKepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani di Jakarta, Rabu (22/6/2016).
|
EditorAprillia Ika

SURABAYA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan terus mendorong perkembangan asuransi syariah atau takaful. Oleh sebab itu, selaku regulator, OJK melakukan berbagai upaya dan kemudahan guna mengembangkan industri tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani mengatakan, OJK telah memberikan kemudahan, salah satunya dalam hal permodalan.

Ia mengungkapkan, modal awal untuk mendirikan perusahaan asuranai syariah kini hanya separuh dari ketentuan yang berlaku pada asuransi konvensional.

"Misalkan untuk mendirikan asuransi harus modal Rp 100 miliar. Untuk asuransi syariah dengan Rp 50 miliar bisa usaha," ungkap Firdaus pada di Surabaya, Kamis (27/10/2016).

Firdaus mengungkapkan, pernah ada sebuah perusahaan asuransi konvensional diminta oleh OJK untuk menaikkan modal minimumnya lantaran hanya memiliki modal Rp 60 miliar.

Karena tidak sanggup, maka perusahaan tersebut meminta untuk konversi menjadi asuransi syariah.

Menurut Firdaus, permintaan tersebut dikabulkan oleh OJK karena modalnya memenuhi persyaratan modal minimum perusahaan asuransi syariah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Firdaus mengaku regulator terus mendorong promosi asuransi berbasis syariah. Pasalnya, OJK ingin pangsa pasar asuransi syariah dapat terus bertumbuh.

"Kami promosikan terus, karena kami ingin dorong supaya pangsa pasar dia naik dari 5 persen, mungkin jadi 10 persen, 15 persen," ungkap Firdaus.

Kompas TV OJK Bentuk Tim Percepatan Akses Keuangan

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Archi Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pemurnian Emas di 2022

Archi Indonesia Berencana Bangun Pabrik Pemurnian Emas di 2022

Whats New
Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Rilis
Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Whats New
50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

Whats New
Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Whats New
BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

Rilis
Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Whats New
Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Rilis
Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Whats New
Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Rilis
Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Rilis
Maman Suherman dan 'Mice' Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi 'Bahagia Bersama' di Kompasianival 2021

Maman Suherman dan "Mice" Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi "Bahagia Bersama" di Kompasianival 2021

Rilis
Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Rilis
Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Whats New
Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.