Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Tax Amnesty" Sukses, Filipina Ingin Belajar dari Indonesia

Kompas.com - 29/10/2016, 16:01 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberhasilan program pengampunan pajak atau amnesti pajak (tax amnesty) periode pertama membuat negara-negara lain yang berencana mengimplementasikan program pengampunan serupa belajar dari Indonesia.

"Dengan suksesnya tax amnesty di Indonesia, banyak sekali negara-negara yang dalam masa yang datang mau mengeluarkan program sama, ingin belajar dari Indonesia. Filipina adalah salah satu yang ingin belajar dari Indonesia," kata Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (29/10/2016).

Hestu mengatakan, program tax amnesty di Indonesia merupakan salah satu yang berhasil di dunia. Hingga akhir September, atau berakhirnya Periode pertama, uang tebusan yang masuk mencapai lebih dari Rp 90 triliun. Dana deklarasi baik dalam maupun luar negeri mencapai di atas Rp 3.000 triliun.

Pencapaian luar biasa itu, kata Hestu dikarenakan desain program pengampunan pajak yang memang menarik bagi para wajib pajak. Hestu mengatakan, desain program dikerjakan oleh pemerintah bersama parlemen dengan menggali masukan-masuakn baik dari pengusaha, akademisi, maupun unsur masyarakat lainnya.

"Skemanya ringan dan sangat mudah sehingga bagi wajib pajak kita yang belum patuh pajak," kata Hestu.

Caranya yaitu cukup dengan membayar uang tebusan sesuai dengan periode pengampunan pajak dan jenis program yang diikuti. Bahkan, bagi wajib pajak yang menyimpan dananya di luar negeri, mereka memiliki pilihan untuk hanya mengikuti deklarasi laur negeri.

"Tidak harus uangnya dibawa pulang ke Indonesia," kata Hestu.

Selain itu, penghitungan uang tebusan juga didasarkan pada harta tambahan yang belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan pajak 2015. Dengan kemudahan ini, wajib pajak cukup menghitung kumulatif aset yang belum dilaporkan sampai dengan 2015, tanpa harus menghitung berapa penghasilan per tahun.

"Desain ini diperkuat dengan sanksi. Wajib pajak yang belum patuh diberikan kesempatan mengikuti tax amnesty, namun kalau tidak mau ikut ada konsekuensinya di belakang," ujar Hestu.

Desain menarik inilah yang menurut Hestu menjadi daya dorong keberhasilan tax amnesty di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turun Rp 2.000 Per Gram, Simak Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 2.000 Per Gram, Simak Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
IFG Bikin RBC Jasindo dari Minus Menjadi 137,21 Persen, Ini yang Dilakukan

IFG Bikin RBC Jasindo dari Minus Menjadi 137,21 Persen, Ini yang Dilakukan

Whats New
Gandeng MRT Jakarta, BCA Digital Berikan Promo 'Cashback' 100 Persen

Gandeng MRT Jakarta, BCA Digital Berikan Promo "Cashback" 100 Persen

Spend Smart
Limit Transfer Sesama BRI via ATM, BRImo, dan Internet Banking

Limit Transfer Sesama BRI via ATM, BRImo, dan Internet Banking

Spend Smart
7 Tahun Beroperasi di Indonesia, JD.ID Tutup 31 Maret 2023

7 Tahun Beroperasi di Indonesia, JD.ID Tutup 31 Maret 2023

Whats New
Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Whats New
Ingin Validasi NIK-NPWP atau Lapor SPT, tapi Lupa Sandi Akun DJP Online? Ini Solusinya

Ingin Validasi NIK-NPWP atau Lapor SPT, tapi Lupa Sandi Akun DJP Online? Ini Solusinya

Whats New
Mampukah IHSG Hari Ini Bangkit? Simak Analisisnya

Mampukah IHSG Hari Ini Bangkit? Simak Analisisnya

Whats New
10 Saham Ini Paling Banyak Diborong Asing Kemarin

10 Saham Ini Paling Banyak Diborong Asing Kemarin

Whats New
Aturan Baru PPh Final 0,5 Persen bagi UMKM di PP Nomor 55 Tahun 2022

Aturan Baru PPh Final 0,5 Persen bagi UMKM di PP Nomor 55 Tahun 2022

Whats New
Cara Beli Tiket Kereta Panoramic, Rute Gambir-Bandung PP dan Gambir-Surabaya Gubeng PP

Cara Beli Tiket Kereta Panoramic, Rute Gambir-Bandung PP dan Gambir-Surabaya Gubeng PP

Whats New
[POPULER MONEY] Klarifikasi Menpan-RB soal Rp 500 Triliun Pemborosan Anggaran Kemiskinan | JD.ID Tutup

[POPULER MONEY] Klarifikasi Menpan-RB soal Rp 500 Triliun Pemborosan Anggaran Kemiskinan | JD.ID Tutup

Whats New
Mengenal Dampak Inflasi bagi Ekonomi Nasional, Mulai dari Penurunan Daya Beli sampai Tingkat Pengangguran

Mengenal Dampak Inflasi bagi Ekonomi Nasional, Mulai dari Penurunan Daya Beli sampai Tingkat Pengangguran

Whats New
Lewat Kerja Sama Layanan BaaS, BCA Digital Bidik 20.000 Pengguna MRT Jakarta Jadi Nasabah Baru

Lewat Kerja Sama Layanan BaaS, BCA Digital Bidik 20.000 Pengguna MRT Jakarta Jadi Nasabah Baru

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+