Jazak Yus Afriansyah
Trainer

Author, Coach, Trainer.

4 Manfaat "Coaching" untuk Generasi Milenial

Kompas.com - 31/10/2016, 09:59 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorBambang Priyo Jatmiko

KOMPAS.com — Melanjutkan kajian mengenai peran kepemimpinan pada era generasi milenial yang semakin meningkat populasinya, pada edisi ini kita kupas secara cepat dan tepat 4 manfaat coaching khususnya untuk generasi milenial.

Sebagaimana penjelasan pada edisi yang lalu, generasi milenial atau mereka yang lahir pada era 1980-an hingga 2000-an terbukti secara ilmiah memiliki tipikal perilaku dan pola pikir yang khas, yang dalam hal ini memengarui cara mereka menjalankan proses kerja.

Di saat yang sama, banyak atasan mereka yang rata-rata adalah generasi X atau Y tidak sadar atau bahkan tidak memiliki pengetahuan tentang hal ini sehingga para pimpinan ini memperlakukan dan memimpin generasi milenial seperti mereka diperlakukan dan dipimpin oleh seniornya atau atasan mereka dulu.

Zaman sudah berubah!

Padahal kenyataannya, pendekatan itu ternyata tidak cocok dan tidak pas untuk digunakan dalam memimpin dan memberdayakan potensi dahsyat generasi milenial tersebut. Alhasil, yang terjadi adalah banyaknya friksi dan konflik antara atasan dan mereka para anggota tim, yang berujung pada meningkatnya angka turnover yang sangat signifikan.

Inilah yang disebut dengan "sindrom generation gap". Ada beberapa korporasi yang merasakan dan menyadarinya. Namun, lebih banyak yang tidak sadar dan tetap merasakan dampaknya, yaitu sulitnya mempertahankan talenta dari generasi milenial.

Riset empiris yang kami lakukan, ada satu pendekatan sederhana yang ternyata cocok untuk memimpin dan memberdayakan generasi yang terkenal sangat inovatif dan kreatif ini, dan cara itu adalah coaching.

Namun, ini bukan sembarang teknik coaching yang mungkin selama ini Anda kenal atau praktikkan.  Langsung saja, kita kupas 4 manfaat coaching untuk memimpin dan mengelola generasi milenial. Hal ini penting untuk membangun kesadaran kita, betapa saat ini kondisi sangat berbeda dan tentu membutuhkan cara yang berbeda pula.

Manfaat pertama adalah, coaching yang dilakukan kepada generasi milenial akan mampu membangun rasa hormat atau respek dari semua pihak, baik pihak yang memimpin dalam hal ini generasi X dan Y atau pihak yang dipimpin, yaitu generasi Z atau milenial.
Mengapa ini bisa terjadi?

Pendekatan coaching sangat cocok dengan tipikal generasi milenial, yaitu mereka sangat ingin diakui kehebatan, kontribusi, serta ide brilian mereka. Oleh sebab itu, mereka sangat merindukan untuk dilibatkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan, bukan sebaliknya, hanya sebagai obyek keputusan.

Ketika mereka dilibatkan, mereka merasa dihormati; dan jika ini terjadi maka mereka akan melakukan hal yang sama, yaitu menghormati atau respek kepada atasan mereka dengan sukarela dan sukacita.

Adapun manfaat kedua adalah, coaching akan memampukan generasi milenial untuk terus terikat secara kuat atau memiliki engagement dengan korporasi dan pemimpin mereka. Hal ini wajar terjadi akibat dari manfaat pertama di atas; yaitu ketika mereka menaruh rasa hormat dengan sendirinya, mereka akan terus menjadi bagian dari tim.

Hal ini sangat penting karena salah satu isu krusial berkaitan dengan generasi milenial ini adalah bahwa sulit sekali mereka terikat secara kuat dengan pimpinan atau organisasi. Fakta bahwa 75 persen mereka resign karena meninggalkan pemimpin mereka bukan karena korporasi, hal ini harus menjadi pertimbangan.

Kita lanjutkan kepada manfaat ketiga dari coaching khusus untuk generasi milenial, yaitu akan menyeimbangkan fungsi leading dan managing yang harus dilakukan oleh atasan langsung mereka.

Fungsi leading dan managing ini juga wajib dijalankan oleh mereka generasi Z, terutama ketika harus menyelesaikan suatu tugas atau mencapai target tertentu.

Dengan coaching, kedua fungsi tersebut bisa dijalankan secara seimbang dan paralel. Sebagai dampaknya, kedua belah pihak akan semakin akur dan kompak sehingga meminimalkan friksi dan mencegah konflik yang tidak perlu.

Manfaat keempat atau yang terakhir adalah, coaching terbukti secara masif mampu membentuk high performance team, khususnya untuk tim yang baru terbentuk.

Menurut penulis Bruce Tuckman, ada setidaknya 4 tahap bagi sebuah tim untuk terbentuk dan mampu mencapai kinerja terbaik, yaitu forming, storming, norming, dan performing.

Umumnya, tim yang baru terbentuk, khususnya jika sebagian besar dari mereka adalah generasi milenial, akan menghadapi tantangan besar pada tahap storming.

Jika seorang leader gagal melewati fase tersebut, maka bisa dipastikan tim yang dipimpinnya bubar barisan, dan dia harus mulai dari awal lagi, yaitu forming alias harus merekrut tim baru lagi, dengan coaching fase storming bisa diatasi secara mulus sehingga sebuah tim akan mudah mencapai tahap performing.

Selamat memimpin, dan salam sukses selalu untuk Anda!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Spend Smart
APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

Whats New
Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang 'Sembunyikan' Hartanya di Luar Negeri

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang "Sembunyikan" Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Whats New
6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

Whats New
Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak 'Sembunyikan' Hartanya di Singapura

Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak "Sembunyikan" Hartanya di Singapura

Whats New
Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Whats New
Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Rilis
Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Whats New
Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Whats New
Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Whats New
Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Whats New
Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Error, Ini Kata Pertamina

Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Error, Ini Kata Pertamina

Whats New
Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Whats New
Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.