OJK: Pembiayaan Pembangunan Sulit Dihimpun karena Tingkat Menabung Rendah

Kompas.com - 31/10/2016, 17:58 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (22/9/2016). Estu Suryowati/KOMPAS.comKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (22/9/2016).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pentingnya menabung di industri jasa keuangan, baik perbankan maupun industri keuangan non bank (IKNB). Pasalnya, sumber dana dari dalam maupun luar negeri harus dilakukan semaksimal mungkin.

"Kami berharap seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan produk industri keuangan tidak hanya di tabungan perbankan, namun juga pada sektor industri keuangan non bank," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad saat memberi sambutan pada Peringatan Hari Menabung Sedunia, Senin (31/10/2016).

Muliaman menjelaskan, produk IKNB yang dapat digunakan sebagai sarana menabung antara lain menabung untuk perlindungan di asuransi, menabung untuk cicilan di lembaga pembiayaan, dan menabung untuk hari tua di dana pensiun.

Masyarakat juga bisa menabung emas di penggadaian serta saham maupun reksa dana di pasar modal. Menurut Muliaman, rendahnya tingkat menabung masyarakat tidak akan cukup dalam membiayai pembangunan. Padahal, kesenjangan tabungan dan investasi harus ditutup.

"Pada akhirnya kebutuhan pembiayaan harus dipenuhi dari luar negeri, dengan utang dan sumber-sumber lainnya," jelas Muliaman.

Ia memberi contoh adalah apa yang terjadi di Jepang. Pada tahun 1970-an, Jepang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan dan diimbangi dengan tingginya rasio menabung. "Rasio menabungnya mencapai 40 persen. Makanya pertumbuhan ekonominya bisa tumbuh pesat," ujar Muliaman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.