Ini Alasan PLN Berpikir Ulang Mengakuisisi Panas Bumi Milik Chevron

Kompas.com - 31/10/2016, 19:26 WIB
Direktur Utama PLN Sofyan Basir KOMPAS.com/Sabrina AsrilDirektur Utama PLN Sofyan Basir
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sofyan Basyir mengatakan, PT Chevron Geothermal Energy masih belum mau membuka secara transparan laporan keuangan yang sudah diaudit untuk wilayah kerja (WK) Salak dan WK Darajat.

Padahal, dengan keengganan Chevron membeberkan laporan keuangannya kepada PLN, niat PLN untuk mengakuisisi aset panas bumi milik Chevron tersebut akan mengendur.

"Belum ada audited report. Audited report dari perusahaan pemilik WK Salak dan Darajat ini belum ada. Kita secara regulasi tidak bisa dan tidak boleh melakukan valuasi," ujar Sofyan di Jakarta, Senin (31/10/2016).

Sofyan menuturkan, Chevron diberikan waktu hanya hingga hari ini. Kalau hari ini Chevron tidak juga membeberkan laporan keuangannya yang telah diaudit, maka PLN akan mengurungkan niatnya mengakuisisi kedua aset panas bumi milik Chevron.

"Kalau sampai hari ini audited report belum kita terima, kita tidak jadi menawar dan kita akan sampaikan alasan kenapa tidak jadi mengajukan penawaran," tutur Sofyan.

Sementara itu Direktur Perencanaan PLN Nicke Widyawati mengungkapkan, ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kewajiban pajak atas WK Salak dan WK Darajat.

"Ini masih jadi temuan BPK, buat kita ini risiko," tutur Nicke.

Sekadar informasi, akuisisi aset panas bumi milik Chevron ini merupakan salah satu strategi PLN untuk mencapai pengembangan energi baru terbarukan (EBT) hingga 23 persen dalam bauran energi nasional pada 2025.

Jika kedua WK tersebut diakuisisi, maka harga listrik akan lebih murah. Sebab, uap panas bumi memiliki banyak kelebihan, seperti tenaganya yang stabil, energi yang bersih, dan berkelanjutan untuk jangka panjang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.