Petani Pilih Tanam Jagung dan Padi, Produksi Kedelai Nasional Turun

Kompas.com - 01/11/2016, 22:01 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengamati tanaman kedelai siap panen di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa(6/9/2016). Dok Kementerian PertanianMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengamati tanaman kedelai siap panen di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa(6/9/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memprediksi produksi kedelai tahun 2016 akan turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti petani yang lebih memilih tanam padi dan jagung, persoalan harga kedelai lokal, serta penurunan luas lahan panen.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Hasil Sembiring, mengungkapkan prediksi produksi kedelai tahun ini 885.580 ton biji kering, atau turun 77.600 ton dibandingkan produksi 2015 sebesar 963.180 ton.

Sembiring menjelaskan, angka prediksi tersebut dihitung dari realisasi produksi kedelai Januari hingga Agustus 2016, ditambah dengan perkiraan produksi September hingga Desember 2016 berdasarkan luas tanam.

"Penurunan produksi yang relatif besar diperkirakan terjadi di pulau Jawa sebesar 75.270 ton dan luar pulau Jawa 2.340 ton,'' ujar Sembiring di kantor Ditjen Tanaman Pangan, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Dia menambahkan, sebelumnya pemerintah sempat memberikan 700.000 hektare lahan kepada para petani untuk ditanami kedelai.

Namun 200.000 hektare dikembalikan para petani yang memilih bertanam jagung dan padi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X