Omzet Anjlok, Pedagang Minta Tarif PPh Impor Barang Mewah Diturunkan

Kompas.com - 02/11/2016, 19:40 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat mendatangi toko barang mewah di pusat perbelanjaan Pasific Place, Jakarta, Rabu (3/11/2016) Yoga SukmanaMenteri Keuangan Sri Mulyani saat mendatangi toko barang mewah di pusat perbelanjaan Pasific Place, Jakarta, Rabu (3/11/2016)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik pusat perbelanjaan elit Pasific Place Tan Kian mengungkapkan bahwa produk barang mewah di Indonesia tidak bisa bersaing dengan Singapura.

Hal itu disebabkan tingginya harga barang mewah di Indonesia lantaran tarif Pajak Penghasilan (PPh 22) impor tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun diminta untuk mengkaji aturan itu. "Ya mudah-mudahan (dikaji ulang)," ujar Tan usai kunjungan Sri Mulyani ke Pasific Place, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Saat ini kata dia, tarif PPh impor barang mewah sebesar 7,5 persen. Padahal kata dia, tarif sebelumya hanya 2,5 persen saja.

Para pedagang barang mewah di Pasific Place, ucap Tan, mengeluhkan pajak PPh Impor barang mewah itu kepada Sri Mulyani.

Aturan itu juga menjadi salah satu faktor turunnya pendapatan pada pedagang lantaran masyarakat lebih memilih membeli barang di Singapura yang lebih murah.

"Pada 2015-2016 omset ritel mewah turun 20 persen," kata Tan. Oleh karena itu, para pedagang berharap PPh Impor barang mewah bisa turun ke tarif semula yakni 2,5 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.