"Brexit" Bakal Sebabkan Keluarga Inggris Jatuh Miskin

Kompas.com - 03/11/2016, 06:10 WIB
Foto patung Winston Churchill menghadap AP Photo/Matt DunhamFoto patung Winston Churchill menghadap "Houses of Parliament" London, Jumat (24/6/2016).
|
EditorAprillia Ika

LONDON, KOMPAS.com - Keluarga di Inggris akan menjadi lebih miskin pada tahun 2017 mendatang, sejalan dengan menurunnya pendapatan dan melonjaknya inflasi menuju hampir 4 persen sebagai dampak dari voting keluarnya Inggris dari Uni Eropa alias Brexit.

Hal ini diungkapkan sebuah lembaga wadah pemikiran ekonomi terkemuka Inggris. Dengan kata lain, masyarakat Inggris akan memperoleh pendapatan yang lebih sedikit. Akah tetapi, pada saat yang sama biaya hidup meningkat.

National Institute for Economic and Social Research (NIESR) dalam laporan kuartalannya yang bertajuk “UK Economy Forecast” mengestimasi pendapatan riil per kapita di Inggris akan turun 0,5 persen pada tahun 2017.

Ini adalah proyeksi pertama yang dilakukan lembaga independen yang menyatakan keluarga Inggris akan jatuh miskin akibat Brexit.

"Penurunan pendapatan riil merefleksikan fakta bahwa inflasi akan meroket menjadi sekitar 4 persen sebagai hasil dari anjloknya mata uang poundsterling," ujar NIESR seperti dikutip dari Business Insider, Kamis (3/11/2016).

Prediksi inflasi tersebut berada di atas target bank sentral Bank of England, yakni 2 persen. Terakhir kali inflasi Inggris mencapai 4 persen adalah pada tahun 2011 silam.

NIESR menyatakan, saat ini harga-harga kebutuhan rumah tangga sudah mulai naik sejalan dengan anjloknya nilai poundsterling.

Menurut lembaga tersebut, harga-harga akan mulai merangkak pesat ketika tahun 2017 berjalan. Saat ini saja, Apple sudah menaikkan harga laptop hingga ratusan poundsterling.

Typhoo, produk teh terpopuler di Inggris, terpaksa menaikkan harga jual produk teh celupnya.

Simon Kirby, kepala divisi prediksi dan model makroekonomi NIESR menyatakan, pihaknya mengekspektasikan penurunan nilai mata uang poundsterling bersifat sementara. Namun, kondisi tersebut bukan berarti tak memberi dampak.

"Ini tetap akan memberatkan daya beli konsumen dalam beberapa tahun ke depan," jelas Kirby.

Kompas TV Bank di Eropa PHK 3000 Karyawan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.