Kompas.com - 03/11/2016, 17:19 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com - Investasi di sektor rumah sakit dan klinik di Indonesia terus meningkat. Hal ini berjalan bersamaan dengan kebijakan pemerintah melalui kebijakan jaminan kesehatan untuk masyarakat.

Selain itu, sektor swasta juga diorong untuk terus memenuhi tuntutan kebutuhan layanan kesehatan dari kelas menengah di Indonesia yang tengah bertumbuh. Dua alasan tersebut berimbas kepada pelaku industri perlengkapan kesehatan untuk meningkatkan pasitas produksi peralatan medis buatan Indonesia.

Menurut Pete Read, konsultan dari Global Growth Markets (GGM) yang berbasis di Singapura, jumlah rumah sakit swasta di Indonesia bertumbuh 50 persen per tahun dalam beberapa tahun terakhir ini. Saat ini, jumlah rumah sakit di Indonesia termasuk milik pemerintah sekitar 1.300. 

Pertumbuhan rumah sakit juga mendorong produksi manufaktur peralatan medis. D&V Medika, salah satu perusahaan pemasok peralatan medis melaporkan permintaan ranjang rumah sakit elektrik dan manual tengah meningkat. Managing partner D&V Medika, Vincent Lianto mengatakan, permintaan produk ranjang begitu besar sehingga terkadang tidak dapat terpenuhi.  "Untuk tempat tidur rumah sakit,  kami selalu menjaga tingkat distribusi yang merata kepada basis pelanggan yang selalu meningkat. Namun, dengan terus meningkatnya permintaan, kami terkadang cukup kewalahan," ucap Vincent dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (3/10/2016).

Vincent menambahkan, jumlah ranjang rumah sakit di Indonesia saat ini adalah 280.000. Jumlah ini termasuk yang paling kecil di dunia jika dihitung berdasarkan rasio jumlah ranjang rumah sakit per populasi. 

Menurut unit statistik keluaran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memang tidak ada aturan global mengenai tingkat kepadatan ranjang rumah sakit dalam kaitannya dengan total populasi. "Namun permintaan akan ranjang rumah sakit diperkirakan akan meningkat  hingga 2020," ujar Vincent.

Menurut dia, pihaknya selalu memperhatikan ketersediaan alokasi stok untuk rumah sakit milik pemerintah yang jumlahnya bisa mencapai 60 persen dari total rumah sakit di seluruh negeri. "Kami berusaha memenuhi kebutuhan para pemain baru di pasar ini," pungkasnya.

Berdasarkan data GGM, lonjakan yang dialami industri layanan kesehatan nasional saat ini adalah yang terbesar di Indonesia, selain di Tiongkok dan India.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.