Tingginya Penetrasi Internet di Indonesia Jadi Peluang bagi Industri Keuangan

Kompas.com - 03/11/2016, 20:28 WIB
Peluncuran fitur investasi reksa dana oleh DOKU di Plaza Asia, Jakarta, Kamis (3/11/2016). Pramdia Arhando JuliantoPeluncuran fitur investasi reksa dana oleh DOKU di Plaza Asia, Jakarta, Kamis (3/11/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Cheif Executive Officer DOKU Thong Sennelius mengungkapkan, penetrasi atau tingkat penggunaan internet semakin mendorong aktivitas transaksi non tunai di Indonesia.

Menurutnya, dari laporan The Demand Institute, penetrasi Internet di Indonesia telah mencapai 100 juta orang.

Dengan itu pertumbuhan akses pembayaran tanpa uang tunai diperkirakan akan menciptakan belanja konsumen hingga 10 triliun dollar AS dalam 10 tahun mendatang.

Melihat peluang tersebut, DOKU meluncurkan fitur terbaru yaitu investasi reksa dana bekerja sama dengan portal belanja reksa dana Bareksa. 

Thong menambahkan saat ini, penetrasi reksa dana di Indonesia masih relatif rendah. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, per September 2016 total dana kelolaan reksa dana di Indonesia baru sekitar Rp 309 triliun.

"Dibandingkan negara-negara lain, angka itu tergolong kecil, cuma sekitar 10,5 persen dibandingkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Padahal, di Malaysia 55 persen, dan di Singapura bahkan sudah mencapai hampir 591 persen dari PDB," ungkapnya.

Jumlah investor reksa dana di Indonesia juga masih relatif sedikit. Pada tahun 2015 diperkirakan baru sekitar 250.000 orang.

"Artinya, ini cuma sekitar 0,1 persen dari total populasi, masih terpaut jauh di bawah Amerika yang telah mencapai 28 persen, Malaysia 18 persen, dan Singapura yang sudah 30 persen," tambahnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X