Bekraf: IWIC Lahirkan Technopreneur Muda Bertalenta Global

Kompas.com - 03/11/2016, 21:30 WIB
Ketua Umum ATSI sekaligus CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli dalam acara pengumuman pemenang IWIC 2015 di Mall Epicentrum, Jakarta, Kamis (17/12/2015) Fatimah Kartini Bohang/ KOMPAS.comKetua Umum ATSI sekaligus CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli dalam acara pengumuman pemenang IWIC 2015 di Mall Epicentrum, Jakarta, Kamis (17/12/2015)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menilai ajang Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest ke-10 (IWIC 10) akan melahirkan technopreneur muda bertalenta global.

Hal ini patut didukung karena menjadi kesempatan emas bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di pentas global, sekaligus menciptakan aplikasi berkualitas untuk bangsa dan masyarakat Indonesia.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menyambut baik acara IWIC ke-10 yang bertujuan melahirkan technopreneur muda yang mampu bersaing di pentas global.

"Kami berharap pesertanya akan tambah banyak lagi tahun depan hingga 7.000 peserta. Tahun ini ada 3.500 peserta, termasuk dari mancanegara seperti Jepang, Filipina, dan Kamboja," ujar Triawan melalui keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Kamis (3/11/2016).

Melalui ajang IWIC 10, Indosat Ooredoo kembali melahirkan investor muda berbakat dalam bidang aplikasi mobile.

Tidak hanya technopreneur muda dari Indonesia, namun juga technopreneur muda dari beberapa negara yang mengikuti ajang IWIC 10 yang mulai tahun ini go global ke berbagai negara.

Sebanyak 34 peserta menjadi juara pada IWIC 10 dari total 3.592 proposal yang diterima, baik itu ide maupun aplikasi yang berasal dari Indonesia dan peserta global seperti Jepang dan Myanmar.

Pada penyelenggaraan yang ke-10 ini, Indosat Ooredoo telah membawa kompetisi IWIC ke pentas global dengan mengajak para generasi muda Indonesia berkompetisi dengan developer di tingkat global dengan tema change the world.

"Kami berharap hal ini akan dapat meningkatkan daya saing talenta lokal agar mampu bersaing di tingkat global,"ujar Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli.

Sebagai rangkaian Grand Final IWIC-10, para finalis juga mengikuti developer conference, sebuah diskusi panel yang dapat diikuti oleh para pelajar dan developer dengan topik bahasan yang menarik terkait dunia digital dengan menghadirkan para ahli sebagai narasumber.

Selain itu, finalis mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karyanya di depan para investor melalui sesi smart pitching dengan tujuan sebagai ajang penggalangan dana untuk pengembangan ide-ide serta karya yang sudah diciptakan.

Indosat Ooredoo berharap IWIC akan terus berkembang demi mewujudkan program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

"Kami yakin IWIC akan mampu menjadi salah satu langkah awal bagi generasi muda dalam pengembangan ide-ide terkait dunia digital agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Alex.

Sejak diluncurkan pada April 2016 lalu, jumlah proposal yang masuk meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun lalu IWIC menerima 3.173 proposal, 1.738 proposal pada 2014, dan 667 proposal di tahun 2013. Adapun total proposal ide yang telah diterima IWIC selama 10 tahun mencapai 10.703.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X