Masih Tertekan Pilpres, Bursa Saham AS Ditutup Turun

Kompas.com - 04/11/2016, 08:39 WIB
Hillary Clinton dan Donald Trump dalam debat kedua mereka sebagai kandidat Presiden AS pada Minggu (9/10/2016) malam waktu setempat atau Senin (10/10/2016). ReutersHillary Clinton dan Donald Trump dalam debat kedua mereka sebagai kandidat Presiden AS pada Minggu (9/10/2016) malam waktu setempat atau Senin (10/10/2016).
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

KOMPAS.com - Saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS) turun, demikian juga dengan dollar, tertekan kondisi ketidakpastian jelang pemilihan presiden AS.

Sementara itu mata uang pound alami reli kenaikan setelah Bank of england tidak lagi berencana untuk memangkas suku bunga acuan di tahun ini.

Indeks S&P 500 mencatatkan loss terlama sejak 2008, seiring melemahnya dollar selama lima hari berturut-turut.

Peso Meksiko, mata uang yang digunakan sebagai barometer sentimen jelang pemilihan presiden, naik setelah dua polling menempatkan kandidat partai Demokrat Hillary Clinton unggul atas kandidat partai Republik Donald Trump.

Sterling juga naik setelah pengadilan memerintahkan Inggris untuk mengadakan voting di Parlemen sebelum benar-benar keluar dari Uni Eropa.

Sementara itu, harga minyak dunia juga jatuh akibat naiknya pasokan di Amerika Serikat dan sejumlah negara produsen minyak.

Polling yang membuat galau semua pelaku pasar di AS menunjukkan bagaimana ketatnya pilpres di AS kali ini, sebab jarak antara Clinton dan Trump tidak berbeda jauh. Pilpres kali ini menjadi momen yang membuat ketat sesi perdagangan saham di AS sejak 2006.

"Politik telah mempengaruhi dan jadi pendorong pasar global," kata Alan Ruskin, Kepala Riset Forex di Deutsche Bank AG di New York, AS. "Ini tetap tidak biasa, bagaimanapun pergerakan naratif yang terjadi," katanya.

Polling New York Times dan CBS menunjukkan Clinton mengantongi 45 persen sedangkan Trump 42 persen. Sebelumnya, di pertengahan Oktober, Clinton unggul di polling dengan 47 persen.

Pada perdagangan Kamis waktu setempat, indeks Dow Jones ditutup turun 28,97 poin atau turun 0,16 persen ke level 17.930,67.

Indeks S&P 500 turun untuk delapan sesi berturut-turut, ditutup turun 9,28 poin atau turun 0,44 persen ke level 2.088,66.

Indeks Nasdaq Composite turun 47,16 poin atau turun 0,92 persen ke level 5.058,41.

Saham Eropa juga rontok. Indeks FTSE 100 ditutup turun 54,91 poin atau turun 0,80 persen ke level 6.790,51.



Sumber Bloomberg

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X