Ini Hambatan Perkembangan Industri Galangan Kapal Menurut INSA

Kompas.com - 08/11/2016, 11:04 WIB
Ilustrasi Galangan Kapal -  Kapal Logistik Oriental Diamond saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta/ Pramdia Arhando/Kompas.com Pramdia Arhando JuliantoIlustrasi Galangan Kapal - Kapal Logistik Oriental Diamond saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta/ Pramdia Arhando/Kompas.com
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesian National Shipowners Association (INSA) mendorong pengembangan industri galangan kapal nasional untuk mendukung peningkatan konektivitas domestik yang saat ini masih menghadapi beberapa hambatan.

Wakil Ketua Umum II INSA Darmadi mengatakan, sektor pelayaran nasional masih mengalami beberapa hambatan saat menggunakan jasa galangan kapal dalam negeri.

Hambatan itu seperti harga produksi galangan kapal dalam negeri yang lebih tinggi 10 persen sampai 30 persen dari produk asing atau impor dan waktu produksi relatif lebih lama.

"Hal ini dikarenakan minimnya dukungan industri komponen dan penunjang lainnya," ujar Darmadi dalam keterangan resminya kepada Kompas.com, Selasa (8/11/2016).

Hambatan lainnya, pembiayaan pembangunan kapal di galangan domestik relatif sulit diperoleh dari lembaga keuangan dalam negeri, suku bunga relatif lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga perbankan atau lembaga pembiayaan di luar negeri. 

Selain itu, industri penunjang atau komponen belum bertumbuh sehingga 60 persen sampai 70 persen dari komponen kapal masih impor.

"Space atau kapasitas terpasang galangan kapal dalam negeri untuk reparasi kapal juga masih terbatas dan belum mampu mencukupi kebutuhan bagi kapal-kapal dalam negeri, terutama kapal-kapal dengan ukuran besar," katanya.

Menurutnya, sejak dikeluarkannya Inpres No 5/2005 tentang Pemberdayan Industri Pelayaran Nasional, sepatutnya industri galangan nasional terdampak positif dari aturan tersebut.

Inpres tersebut mengamanatkan tumbuh kembangnya industri perkapalan termasuk industri pelayaran rakyat, baik usaha besar, menengah maupun usaha kecil serta koperasi.

Dengan cara, mengembangkan pusat-pusat desain, penelitian dan pengembangan industri kapal mengembangkan industri bahan baku dan komponen kapal, mengembangkan standarisasi komponen kapal.

Hal ini dilakukan karena industri galangan merupakan satu dari puluhan industri yang terkait langsung dengan industri pelayaran.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X