Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menteri Perindustrian Tidak Khawatirkan Hasil Pilpres AS

Kompas.com - 09/11/2016, 14:22 WIB
Iwan Supriyatna

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto ikut berkomentar terkait hasil sementara Pilpres Amerika Serikat yang tengah berlangsung saat ini.

Menurutnya, apapun hasil akhir dari Pilpres tersebut, pengaruhnya tidak akan terlalu besar ke sektor industri. Sektor yang akan terpengaruh menurutnya adalah sektor pasar modal.

"Kalau industri tidak terpengaruh secara langsung, pengaruhnya ke pasar modal, tidak terlalu, dalam tanda petik pengaruhnya jangka pendek, karena industri kan seluruhnya jangka panjang," ujar Airlangga usai menghadiri rapat koordinasi harga gas di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Menurut Airlangga, sentimen dari AS yang sangat berpengaruh terhadap pergerakan perekonomian Indonesia yang terbesar adalah bersumber dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dalam menentukan suku bunga.

"Kalau pemilu AS tergantung pada nanti apakah di akhir tahun ini Fed naikan interest rate atau tidak, itu kan mereflek dari pada hasil pemilu tadi," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, hasil sementara Pilpres AS direspon negatif oleh pasar. Pukul 11.00WIB, terpantau IHSG berada di level 5.376,55 turun 1,72 persen atau 94,12 poin dibandingkan saat pembukaan di level 5.491.

Selain IHSG, rupiah pun merespon negatif terhadap perolehan sementara Pilpres AS. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pukul 11.00WIB, rupiah berada di level Rp 13.084 per dollar AS.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sempat Ditutup Sementara, Bandara Minangkabau Sudah Kembali Beroperasi

Sempat Ditutup Sementara, Bandara Minangkabau Sudah Kembali Beroperasi

Whats New
Sudah Salurkan Rp 75 Triliun, BI: Orang Siap-siap Mudik, Sudah Bawa Uang Baru

Sudah Salurkan Rp 75 Triliun, BI: Orang Siap-siap Mudik, Sudah Bawa Uang Baru

Whats New
Harga Naik Selama Ramadhan 2024, Begini Cara Ritel Mendapat Keuntungan

Harga Naik Selama Ramadhan 2024, Begini Cara Ritel Mendapat Keuntungan

Whats New
Mentan Amran Serahkan Rp 54 Triliun untuk Pupuk Bersubsidi, Jadi Catatan Sejarah bagi Indonesia

Mentan Amran Serahkan Rp 54 Triliun untuk Pupuk Bersubsidi, Jadi Catatan Sejarah bagi Indonesia

Whats New
Kasus Korupsi PT Timah: Lahan Dikuasai BUMN, tapi Ditambang Swasta Secara Ilegal

Kasus Korupsi PT Timah: Lahan Dikuasai BUMN, tapi Ditambang Swasta Secara Ilegal

Whats New
4 Tips Mengelola THR agar Tak Numpang Lewat

4 Tips Mengelola THR agar Tak Numpang Lewat

Spend Smart
Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis, Stafsus Erick Thohir: Kasus yang Sudah Sangat Lama...

Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis, Stafsus Erick Thohir: Kasus yang Sudah Sangat Lama...

Whats New
Menkeu: Per 15 Maret, Kinerja Kepabeanan dan Cukai Capai Rp 56,5 Triliun

Menkeu: Per 15 Maret, Kinerja Kepabeanan dan Cukai Capai Rp 56,5 Triliun

Whats New
Siap-siap, IFSH Tebar Dividen Tunai Rp 63,378 Miliar

Siap-siap, IFSH Tebar Dividen Tunai Rp 63,378 Miliar

Whats New
Harga Tiket Kereta Bandara dari Manggarai dan BNI City 2024

Harga Tiket Kereta Bandara dari Manggarai dan BNI City 2024

Spend Smart
Penukaran Uang, BI Pastikan Masyarakat Terima Uang Baru dan Layak Edar

Penukaran Uang, BI Pastikan Masyarakat Terima Uang Baru dan Layak Edar

Whats New
Cara Cek Tarif Tol secara Online Lewat Google Maps

Cara Cek Tarif Tol secara Online Lewat Google Maps

Work Smart
PT SMI Sebut Ada 6 Investor Akan Masuk ke IKN, Bakal Bangun Perumahan

PT SMI Sebut Ada 6 Investor Akan Masuk ke IKN, Bakal Bangun Perumahan

Whats New
Long Weekend, KAI Tambah 49 Perjalanan Kereta Api pada 28-31 Maret

Long Weekend, KAI Tambah 49 Perjalanan Kereta Api pada 28-31 Maret

Whats New
Ini Sejumlah Faktor di Indonesia yang Mendorong CCS Jadi Peluang Bisnis Baru Masa Depan

Ini Sejumlah Faktor di Indonesia yang Mendorong CCS Jadi Peluang Bisnis Baru Masa Depan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com