Pasar Panik dengan Hasil Pilpres AS

Kompas.com - 09/11/2016, 14:30 WIB
Pemungutan suara di AS, Selasa (8/11/2016). DAVID MCNEW / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPPemungutan suara di AS, Selasa (8/11/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil sementara pemilihan presiden AS cukup mengejutkan. Hingga saat ini, kandidat presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, mengungguli rivalnya, kandidat presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Pasar pun langsung merespons hasil sementara ini, ditandai dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah yang cukup dalam.

Nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp 13.155 kemudian bergerak menuju kisaran Rp 13.200 per dollar AS.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menjelaskan, pelemahan tersebut merupakan refleksi kepanikan pasar yang melihat hasil sementara penghitungan cepat yang menunjukkan kemenangan Trump atas Clinton. Akhirnya, dollar AS pun terkoreksi.

“Kita melihat sekarang indeks dollar AS saat ini terkoreksi ke level 96,33 dari penutupan hari sebelumnya yakni 97,86 sehingga pelaku pasar cenderung shift ke yen Jepang dan franc Swiss,” ujar Josua kepada Kompas.com, Rabu (9/11/2016).

Josua mengatakan, karena kondisi saat ini yang terjadi adalah risk off, maka sebagian besar mata uang Asia melemah, termasuk rupiah. Adapun mata uang Asia yang menguat hanya yen.

Menurut Josua, hingga akhir penghitungan cepat, rupiah akan cenderung tertekan, bersamaan dengan mata uang Asia lainnya. Apabila benar adanya kemenangan Trump, maka diprediksi ada potensi gejolak di pasar keuangan global, layaknya ketika referendum Brexit lantaran ekspektasi pasar tak terwujud.

"Kebijakan Donald Trump terkait deportasi imigran ilegal, pemutusan hubungan perdagangan dengan China, serta pemangkasan tax ratio yang berujung pada peningkatan utang Pemerintah AS," kata Josua. 

Hal itu yang pada akhirnya dapat menurunkan sovereign rating AS yang berpotensi berdampak negatif pada ekonomi global. Nilai tukar Asia berpotensi cenderung melemah jika hal tersebut terjadi.

Kompas TV Janji-janji Donald Trump Tuai Kontroversi di AS



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X