Ini Alasan Pemerintah Belum Rilis Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 14

Kompas.com - 10/11/2016, 12:04 WIB
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XI, di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (29/3/2016). TRIBUNNEWS / HERUDINMenko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XI, di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (29/3/2016).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan akan menerbitkan paket kebijakan ekonomi jilid 14 dalam waktu dekat.

Menurut Darmin, semestinya paket kebijakan tersebut sudah bisa dirilis. Namun, adanya berbagai pemberitaan dan isu-isu besar yang saat ini bergulir, menyebabkan pemerintah menahan terlebih dahulu untuk merilis paket kebijakan jilid 14.

"Paket kebijakan 14 harusnya sudah keluar, tetapi ada berita besar lainnya yang lebih penting, sehingga ditahan dulu," ujar Darmin saat menyampaikan outlook ekonomi Indonesia tahun 2017 di Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia ini, paket kebijakan jilid 14 akan memuat pengaturan bisnis e-commerce yang tengah menjamur di Indonesia.

"Paket kebijakan itu mengenai e-commerce, bagaimana mengembangkan bisnis e-commerce, bagaimana e-commerce bisa mengembangkan infrastruktur dan dunia usaha, serta sektor pembiayaan melalui bidang ini," ucap Darmin.

Sekadar informasi, pemerintah sebelumnya akan menerbitkan paket kebijakan ekonomi jilid 14 pada Selasa 25 Oktober 2016. Dalam paket kali ini, pemerintah akan fokus mengatur bisnis perdagangan online (e-commerce).

E-Commerce adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara online. Dengan sistem e-commerce, masyarakat tidak perlu lagi berbelanja ke pasar atau mall. Cukup browsing dari komputer atau smartphone dan kita sudah bisa membeli berbagai barang maupun jasa yang kita perlukan.

Di Indonesia sendiri pasar e-commerce terhitung cukup luas. Menurut data Dirjen Perdagangan, setiap tahunnya konsumen e-commerce mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 25 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X